>> nona, medan
Komentar Gubsu H Syamsul Arifin SE soal Sumatera Utara idealnya hanya satu provinsi, menuai kritik dari sejumlah kalangan, diantaranya Anggota Komisi A DPRD Sumut, Ahmad Ikhyar Hasibuan.
Menurut Ikhyar, pernyataan Syamsul-yang dimuat salah satu koran nasional itu, seolah-olah menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak menguasai mengenai pemekaran, dan tidak sesuai dengan semangat otonomi daerah.
"Seharusnya Gubsu tidak berkomentar seperti itu. Soal pemekarang hendaknya jangan asal ngomong," tutur Ikhyar kepada wartawan, Sabtu (28/2), menanggapi statemen Gubsu soal pemekaran provinsi di Sumut.
Komentar Syamsul soal pemekaran, menurut Ikhyar seolah tidak sesuai dengan tindakannya yang menyetujui pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap). "Kalau menurut Gubsu Sumut hanya layak satu provinsi, mengapa Gubsu akhirnya menandatangani surat persetujuan Protap yang kini bermasalah tersebut," kata Ikhyar.
Selain Protap, sejumlah usulan pemekaran daerah sebelumnya juga sudah mencuat diantaranya Provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra), Provinsi Asahan dan Labuhanbatu (Aslab), serta provinsi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Berbicara mengenai pemekaran, kata Ikhyar, juga politisi Partai Demokrat, Gubsu sebelumnya harus melakukan penelitian dan kajian yang mendalam. Jadi soal layak atau tidaknya Sumut dibagi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) hendaknya meneliti berapa provinsi sebenarnya Sumatera Utara layak dibagi.
Dia juga berharap agar Gubsu Syamsul Arifin yang bergelar Datuk Lelawangsa itu jangan cepat-cepat menyimpulkan persoalan yang belum tuntas, sehingga nantinya dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan di Sumut. "Persoalan yang belum selesai jangan disimpulkan karena ucapan Gubsu akan dijadikan rujukan," ujar Ikhyar.
Persoalan pemekaran, menurutnya juga harus ada perencanaan yang matang. Jangan seperti Protap yang akhirnya kandasdi tengah jalan. "Harus ada perencanaan matang soal pemekaran wilayah di Sumut. Kalau Gubsu belum ahli dalam hal ini, maka serahkan pada stafnya. Karena bila tidak statemen Gubsu akan jadi statem lawak-lawak, dan akhirnya Syamsul akan jadi gubernur lawak-lawak." Kata Ikhyar lagi. ***