>> doery, medan
Raut wajah Yani (45) yang melompat dari lantai 4 rumah majikannya di Jalan Gaharu, kini telah bernafas lega. Pasalnya, dalam waktu dekat ini Yani akan dipulangkan ke kampung halamannya Desa Ciwede, Subang Jawa Barat.
Pemulangan pembantu rumah tangga (PRT) itu berkat bantuan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Sumut, Parlindungan Purba yang berkunjung melihatnya di ruang 9 RSU Pirngadi Medan, Selasa sore (31/3) sekira pukul 15.30 WIB.
Hanya saja, kepulangan Yani masih mendapat kendala dari Polsekta Medan Timur yang menangani kasusnya tersebut. Sebab, pihak Polsekta Medan Timur perlu meminta keterangan dari majikan Yani bernama A Yen dan Meti serta masih menyelidiki Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJTKI) yang mengirimnya dari Jakrta.
"Kita minta waktu 2 atau 3 hari ini, pak. Karena kita masih menyelidiki kasusnya,"ujar Kapolsekta Medan Timur, AKP Saiful Bahri, ketika dihubungi Parlindungan Purba.
Menurut Parlidungan Purba, kepuangan Yani ke kampung halamannya itu akan ditanggungnya. Namun kondisi Yani belum sembuh betul dan masih harus menjalani perawatan. Disamping itu, lanjutnya, pihak kepolisian Medan Timur masih menyelidiki kasus yang menimpanya dan pihak yang mengirimkannya bekerja di Medan.
"Tapi kita minta kepada kepolisian dalam jangka watku dekat ini telah dapat informasi agar Yani dipulangkan ke kampung halamannya,"ujar Parlidungan Purba.
Pada pertemuan tersebut, Yani menyatakan sudah tidak tahan lagi hidup diperantauan. Apalagi dia tidak memiliki sanak saudara di Medan. Ditambah lagi dirinya tak tahan bekerja sebagai PRT dan telah meminta kepada majikannya pulang kampung. "Saya sudah tidak tahan lagi, pak. Tolonglah saya pulangkan ke kampung halaman saya,"ucap Yani menghiba. ***