>> rizki, rantauprapat
Puluhan ibu - ibu serbu KPUD Labuhanbatu guna mempertanyakan Honor pengesetan berbagai Formulir yang digunakan pada Pemilu Legislatif, mereka meminta honor yang dijanjikan pihak Rekenan KPUD sebesar Rp. 100.000,- perhari.
Menurut salah seorang ibu yang sempat dikonfirmasi media ini dihalaman KPUD Labuhanbatu mereka menagih pembayaran upah kerja selama enam hari yakni perorangnya sejumlah Rp. 600.000,-
"kami minta uang sortir kami, sudah seminggu kami tunggu pembayaranya, mana pemborongnya, kami mau tagih" Ucap salah seorang ibu, sementara lagi beberapa ibu-ibu, mencoba merungsek masuk kesalah satu ruang KPUD Labuhanbatu sambil berteriak ngotot meminta honor pembayaran mereka, namun setelah bertemu salah seorang satf kantor itu para ibu itu kemudian keluar kembali.
Kepada media ini para ibu itu meminta agar pihak KPUD segera meminta menyelesaikan Honor mereka. Para ibu - ibu itu menyebutkan jika pihak KPUD tidak segera membayarkan Honor yang dijanjikan mereka mengancam akan kembali mendatangi Kantor itu.
Ketua KPUD Labuhanbatu Suhari Pane SIP menjawab wartawan diruang kerjanya membenarkan hal itu. Tetapi setelah bertemu dengan salah seorang staf Sekretariat, puluhan kaum ibu itu langsung meninggalkan kantor pelaksana pemilu tersebut. "Saya tadi diruangan karena ada tamu, tapi saya melihat ada puluhan ibu-ibu diluar kantor dan tidak lama langsung pergi. Kita berharap masalah itu segera diselesaikan," harap Ketua KPUD Labuhanbatu, sembari menambahkan jumlah tenaga kerja semuanya sekitar 80 orang. ***