Selasa, 31 Maret 2009 - 20:54 WIB - admin
>> rizki, rantauprapat
Truck Pengangkut distribusi logistik pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota 9 April, untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Kualuh Hilir terbalik disekitaran jalan Desa Sidomakmur, Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (31/3) siang
Informasi yang diperoleh dilingkungan kantor KPUD Labuhanbatu, logistik DPR RI sebanyak 19 kotak dari 40 kotak yang ada mengalami basah, logistik DPD sebanyak 24 kotak dari 50 kotak yang dibawa mengalami basah, logistik DPRD Propinsi sebanyak 6 kotak dari 40 kotak juga basah dan logistik DPRD Kab/Kota sebanyak 3 kotak dari 20 kotak juga basah.
Suhari Pane SIP selaku Ketua KPUD setempat menjawab wartawan membenarkan kejadian itu. Ia juga belum mendapat informasi keseluruhan terkait terbaliknya turk pengangkut logistik tersebut. Disinggung tentang sanksi kepada pemenang tender pendistribusian, Suhari mengatakan tergantung situasi kejadiannya.
"Semua tidak ingin kejadian ini, tapi kalau nanti memang ditemukan unsur kelalaian, sanksi untuk itu ada, makanya kita tunggu informasi lengkapnya. Kalau surat suara, sebelum dikotakkan, terlebih dahulu dibungkus plastik," ungkap Suhari.
Pemantau Pemilu Minim
Relawan pemantau pemilu di Kabupaten Labuhanbatu minim. Hingga kemaren, tim yang telah melapor ke KPUD setempat hanya satu lembaga yakni LSM Tumpas Tuntas dari Medan, sedang lokal belum ada. Sedangkan syarat sebagai relawan pemantau harus berbadan hukum, memiliki struktur kepengurusan dan secara pasti memiliki relawan.
"Dana penugasan relawan ditanggung lembaga sendiri. Sesuai UU pemilu, pemantau berhak mendapat informasi dan berhak melaporkan temuan pelanggaran di lapangan ke Panwaslu. Sebelum hari "H", pemantau wajib melaporkan ke panitia pemilu setempat," terang Ketua KPUD Labuhanbatu Suheri Pane SIP didampingi Ilham Maulana Divisi Sosialisasi dan Pengembangan SDM di sekretariatan KPUD setempat.***