>> imbc, medan
Gubsu H Syamsul Arifin meminta jajaran komisi pemilihan umum (KPU) beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 9 April 2009 mengantisipasi sedini mungkin setiap celah yang memberi peluang terjadinya kecurangan pada perhelatan politik akbar nasional ini.
"Sekecil apapun celah tersebut, baik secara teknis maupun lainnya, hendaklah diantisipasi sedini mungkin secara arif dan konprehensif agar kemungkinan terjadinya peluang kecurangan tidak terjadi," ujar Gubsu saat meninjau kesiapan KPU Sumut menyongsong pesta demokrasi legislatif 2009, Selasa (31/3) siang di Sekretariat KPU Sumut di Medan.
Secara umum Gubsu puas atas kesiapan KPU Sumut seraya menegaskan Pemprovsu maupun Pemkab dan Pemko pada prinsipnya siap memberikan bantuan sepanjang diminta oleh pihak KPU.
Gubsu juga optimis celah kecurangan dapat diantisipasi setelah Ketua KPU Sumut Irham Buana Nasution memaparkan sejumlah hal teknis yang dipersiapkan menutup celah-celah kemungkinan kecurangan itu di lapangan.
Pemerintah provinsi, tegas Gubsu, siap sepenuhnya mendukung kesuksesan pemilu sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan. "Kita tidak lepaskan KPU memikul tanggungjawab ini secara sendiri. Kita tetap rapat koordinasi bersama Muspida dan KPU maupun Panwas," tuturnya.
Tentang dana cadangan Rp 54 milyar di Pemprovsu, lanjutnya, penggunaannya tentu diatur oleh ketentuan dan peraturan yang intinya harus ada permintaan kegunaannya dari KPU, misalnya jika KPU memerlukan tambahan spanduk sosialisasi, setelah ada permintaan dari KPU, pihaknya akan menyediakan kain dan keperluan spanduk lainnya.
"Jadi kalau diperlukan kita siap membantu. Silahkan ajukan permintaan. Khusus Pemprovsu sudah menganggarkan sekitar Rp 54 milyar. Sesuai ketentuan, dana ini bisa dipakai hanya apabila ada permintaan bantuan yang mendesak dari pihak KPU," tutur Gubsu didampingi Assisten Ketataprajaan Hasiholan Silaen, Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP dan Kaban Kesbang Linmas Oloan Sihombing.
Namun sejauh ini, lanjut Gubsu, kelihatannya di pihak KPU Sumut belum ada permasalahan prinsipil kecuali perkiraan hambatan teknis di Teluk Dalam Nias Selatan karena dari ibukota kecamatan ke desa-desa yang berpenduduk sekitar 20.000 itu secara teknis kelihatannya ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan. "Insya Allah besok (hari ini -red) kita cari solusinya melalui rapat koordinasi," tuturnya.
Sementara itu Anggota KPUD Sumut Turunan Gulo menyampaikan perlunya antisipasi lampu penerangan di tempat-tempat pemungutan suara dan meminta Pemprovsu mengalokasikan anggaran karena proses penghitungan suara pemilu diperkirakan akan berlangsung hingga tengah malam.
"Proses penghitungan hasil pemungutan suara pada pemilu 9 April diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 24.00 WIB, sementara APBN tidak menampung dana penerangan dalam alokasi dana pemilu yang diserahkan ke daerah," katanya.
Gubsu mengaku belum tahu jika anggaran pemilu tidak menyertakan dana penerangan. Namun demikian dia mengatakan akan mengupayakan ada lampu penerangan di setiap TPS nanti seraya berjanji akan meminta para Sekretaris Daerah di seluruh kabupaten/kota untuk menyediakan listrik di setiap TPS di daerah masing-masing.
"PLN sendiri kita harapkan dapat membantu. Kita akan surati para Sekda untuk mengatasi masalah ini, mudah-mudahan tak ada masalah pada pemilu nanti," ujarnya.
Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution mengatakan hingga kini 95 persen logistik sudah sampai di seluruh KPUD kabupaten/kota mulai dari tinta, surat, segel, formulir, kotak, bilik dan alat centang.
"Yang belum dikirim adalah logistik jenis sampul. Sebagian besar telah ada di gudang dan besok (Rabu,1/4) sudah dapat dikirim ke kabupaten/kota. Tapi secara keseluruhan proses distribusi logistik berjalan normal," katanya. ***