Jumat, 29 Mei 2009 - 22:19 WIB - admin
>> imbc, stabat
Sebanyak 183 santri Ulumul Quran penghafal ayat-ayat suci Al-Quran mulai 1 hingga 30 zuz diwisuda Gubernur Sumatera Utara, H Syamsul Arifin, di Komplek Yayasan Pondok Pesantren Ulumul Quran, Stabat, Kabupaten Langkat, kemarin.
Gubsu Syamsul Arifin, selaku Pembina Yayasan Pondok Pesantren Ulumul Quran, Stabat, Langkat dalam sambutannya berharap kepada para santri yang diwisuda dapat mengkaji dan mengembangkan isi kandungan Al-Quran di tengah-tengah kehidupan dan masyarakat. "Khatam Al Quran, bukan berarti kalien sudah tamat membaca Al-Quran. Apa yang kalien lakukan baru sebatas membaca. Kalien belum mengkaji dan mendalami isi kandungan Al-Quran,"kata Gubsu.
Mantan Bupati Langkat dua priode ini banyak berharap kepada para santri yang diwisuda setelah meninggalkan Pondok Pesantren Ulumul Quran tetap membaca dan mendalami isi kandungan Al-Quran. Katanya, cukup banyak hikmah dan pelajaran yang terkandung dalam Al-Quran tersebut.
"Dalam Al-Quran, ada perintah membaca. Makanya, kita harus terus mengamalkan perintah membaca itu. Cukup banyak hikmah yang didapat oleh orang-orang yang selalu membaca Al-Quran," ujar Gubsu.
Kepada para santri yang diwisuda, Syamsul Arifin berharap, agar tetap menjaga nama baik dan martabat Pondok Pesantren Ulumul Quran. Dia tidak ingin, begitu keluar dari pondok pesantren bersikap dan berbuat tidak mencerminkan ahlak dan tingka laku seorang santri. "Kalien harus bisa menjadi tauladan. Agar orang mau mentauladani, iman dan moral kalien harus dijaga." Papar Gubsu.
Tidak kalah pentingnya, kata Gubsu, pengawasan orang tua kepada para santri yang diwisuda tersebut. Pengelola dan guru di pondok pesantren, sebutnya, boleh dibilang hanya sebatas membuat benih unggul. Tugas orang tualah yang menyemai dan menjadikan benih itu berkembang dengan baik.
"Orang tua harus terus mengawasi anak-anaknya yang diwisuda hari ini. Jangan tidak diawasi, karena kalau tak diawasi bisa terpengaruh pergaulan bebas. Ini tidak kita harapkan," harap Gubsu.
Ahmad Mahfudz, Kepala Sekolah Aliyah Pesantren Ulumul Quran Stabat, melaporkan, ke-183 santri Pondok Pesantren Ulumul Quran yang diwisuda merupakan santri kelas III Aliyah dan Tsanawiyah. Sebelum diwisuda, para santri juga mengadakan khatmil Quran. Para santri yang diwisuda, sebagian besar hapal Al-Quran mulai dari 1 hingga 30 zuz. Bahkan dua diantara mereka ikut dalam Musyabaqatilawatil Quran tingkat nasional.
Dia juga menyebutkan, sebagian alumni santri Yayasan Ulumul Quran Stabat, Langkat melanjutkan pendidikannya ke Makkatul Mukaramah, Mesir dan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta . Mereka terus memperdalam dan mengembangkan ilmu tentang Al- Quran.
"Harapan kita, Pak Gubernur bisa memperjuangkan di Sumut berdiri lembaga atau Institut Ilmu Al-Quran seperti di Jakarta ," sebutnya. ***