Pelayanan RSU Melati Kampung Pon Buruk

Bayi Perempuan Baru Dilahirkan Meninggal Dunia

>>mad, sergai
     Pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Melati yang berada di Desa Pon, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dinilai sangat buruk. Akibatnya seorang bayi yang baru dilahirkan meninggal dunia dengan tidak wajar.
     Hal itu diketahui dari adanya lampiran berkas surat Erick Sandy Purba Ketua Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI) Sergai yang ditujukan kepada Plt Kadis Kesehatan Sergai drg Zaniar MAP tertanggal 4 November 2009 seputar buruknya kinerja dan pelayanan RSU Melati Kampung Pon.
Dalam surat itu tertera koronologis awalnya kejadian. Diterangkan, pada hari Selasa 27 Oktober 2009, istri Erick dibawa ke RSU Melati disebabkan kepala pusing dan deman, kala itu istrinya sedang mengandung. Esoknya Rabu 28 Oktober 2009 sekira pukul 15.30 WIB, istrinya melahirkan seorang bayi perempuan dengan kondisi sehat melalui sebuah operasi.
     Setelah lahir bayi perempuan itu hanya ditempatkan di dalam satu ruangan bersama ibunya tanpa ditempatkan dalam satu ruangan terpisah (inkubator). Selama bayi tersebut masih hidup pihak medis RSU Melati tidak ada memberikan pelayanan yang baik sesuai dengan petunjuk medis dan susu untuk minuman bayi hanya diurus atau diberikan kepada keluarga saja padahal bayi baru berusai kurang dari satu hari.
     Yang anehnya, esok harinya Kamis 29 Oktober 2009 sekira pukul 13.00 WIB. Salah seorang dokter RSU Melati mengeluarkan surat rujukan agar bayi segera dibawa ke RSU Sri Pamela PTPN III Tebing Tinggi. Dalam penjelasan surat itu kondisi bayi memburuk akibat terkena asap rokok.
Dari penjelasan dokter di RS Sri Pamela Tebing Tinggi, memburuknya kondisi bayi disebabkan kebanyakan memberikan susu (over dosis) yang diberikan keluarga, sehingga susu masuk kedalam paru-paru dan mengakibatkan pernapasan menjadi sesak.
     Usaha penyelamatan terus dilakukan oleh para dokter RS Sri Pamela, dengan cara memberikan oksigen, infus dan memompa susu yang sudah diminum si bayi. Hasil pemompaan itu dokter berhasil mengeluarkan setengah gelas susu.
     Namun upaya penyelamatan yang dilakukan para dokter tidak membuahkan hasil dan bayi perempuan itu tidak berhasil diselamatkan, Kamis 29 Oktober 2009 sekira pukul 15.30 WIB bayi mungil yang belum sempat diberikan nama meninggal dunia.
"Pihak tenaga medis di RSU Melati Kp Pon benar-benar lalai dan tidak disiplin dalam melaksanakan tugas, sehingga bayi yang baru dilahirkan meninggal dunia,"ujar Erick Sandy Purba.
Katanya, akibat kelalaian mereka dan buruknya kinerja tenaga medis itu, kita melayangkan surat keluhan kepada Dinas Kesehatan Sergai agar mereka bisa meninjau surat izin RSU Melati Kp Pon'ujar Erick kesal.
    Dari pengakuan mantan pejabat Dampak Lingkungan Sergai beberapa waktu lalu, pengaturan pembuangan limbah RSU Melati Kp Pon dinilai sangat buruk dan tidak sesuai standart yang ada. Untuk itu pihak Dinas Kesehatan Sergai dan Kantor Dampak Lingkungan untuk turun meneliti kebenaran itu, apabila benar RSU Melati Kp Pon segera dicabut izinnya. *****