>>mad, sergai
Sedikitnya terdapat 9 rumah warga yang terletak di Dusun XI, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) rubuh akibat meluapnya air sungai Ular yang terjadi sejak Selasa, (3/11) sekira pukul 04.00 WIB dan Kamis (5/11).
Selain merubuhkan rumah dan menggenangi puluhan pemukiman warga, ketinggian air Sungai Ular yang mencapai 2 meter menewaskan puluhan ternak milik warga sekitar yang terhanyut dibawa derasnya arus air.
Sedikitnya 9 rumah warga yang rubuh diterjang air yang berasal dari Sungai Ular adalah rumah milik Ismail, Tukiman, Ngadiran, Wagirin, Ilham, Misnan, Sarina, Sukirin dan Wagimin yang seluruhnya warga Dusun XI, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Sergai.
"Kami tidak menyangka desa kami akan diterjang air dengan ketinggian 2 meter, subuh itu saya dan keluarga sedang tertidur lelap, tiba-tiba terdengar deruan air menyapu desa kami, melihat air deras melintas didesa, kami para warga langsung lari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, "terang Ngadiran warga sekitar.
Tenda Pengungsian
Puluhan warga korban banjir yang terjadi di Dusun XI, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin,Sergai, Selasa (3/11) sempat kembali kerumah masing-masing setelah air surut. Namun luapan air Sungai Ular yang terjadi, Kamis (5/11) membuat puluhan warga tersebut kembali ketenda pengungsian.
"Kami takut bang kembali kerumah karena sewaktu-waktu air kembali meluap, kami tidak bisa apa-apa, sehingga kami para warga akan tetap bertahan ditenda pengungsian yang disediakan Pemkab Sergai," ujar Sarina yang rumahnya sempat rubuh diterjang luapan air. "Kami kembali lagi ke tenda pengungsian karena tanggul yang belum sempat dibuat dengan menggunakan alat berat dihantam luapan air bang," kata sejumlah warga korban banjir di tenda pengungsian.
Seharusnya, masih kata sejumlah warga, alat berat yang diturunkan itu dari hari Selasanya sudah membuat tanggul, bukan besoknya paginya ketika air sungai mulai meluap lagi baru sibuk membuat tanggul, tandas warga.
Tukiman, warga yang sudah lama tinggal di desa tersebut menuturkan, banjir dari luapan air sungai Ular yang terjadi, Selasa dan Kamis telah merobohkan 9 rumah warga, puluhan rumah tergenang air dan puluhan ternak mati akibat hanyut terbawa arus air.
Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sungai Ular yang membatasi aliran sungai Ular dan pemukiman warga. Sebelumnya sejak tahun 1980-an, air luapan sungai Ular setiap tahunya menggenangi rumah pemukiman penduduk yang tinggal di Dusun XI (kampung Pulau), Desa Kota Pari, Pantai Cermin.
"Penyebabnya karena di sepanjang aliran sungai hampir sepanjang 1 Kilometer menuju muara tidak ada penahan atau benteng menahan luapan air, sehingga setiap musim penghujan di daerah atas (hulu-red) setiap tahun daerah kami kebanjiran, jelas Tukiman yang mengaku dari tahun 80 an sudah tinggal di dusun tersebut. ****