Gubsu Terima Dubes RI untuk Belanda

>>imbc, medan
    Duta Besar (Dubes) RI untuk Belanda JE Habibie mengatakan, Belanda merupakan pasar ekspor komoditas asal Sumut ke Eropa dan optimalisasi dapat dipacu lebih besar. Optimisme tersebut muncul setelah upaya menjalin kerja sama misi dagang antara Indonesia dengan Kota Rotterdam, Belanda  sudah rampung khususnya dalam ekspor tembakau, kakao, dan CPO (Crude Palm Oil).
     "Kota Rotterdam jadi target kita sebagai pintu gerbang ekspor tembakau, kakao, dan CPO asal Sumut ke dataran Eropa. Karena upaya ke arah itu akan kita ditempuh melalui pagelaran pameran yang mengusung tentang keunggulan dan keuntungan komoditas asal Sumut pada April mendatang di kota tersebut," ujar JE Habibie saat diterima Gubsu H Syamsul Arifin SE di Gubernuran Medan, Jumat (6/11).
JE Habibie yang akrab disapa "Fanni" itu didampingi Minister Consellor, Firdaus Dahlan juga menyebutkan, kerja sama misi dagang ekspor Sumut ke Belanda dan dataran Eropa lainnya, sebenarnya punya prospek cukup cerah. Namun karena black campaign (kampanye hitam) oleh sejumlah pihak, menjadikan minat orang Eropa terhadap komoditas ekspor Sumut anjlok.
"Oleh karena itu pada pameran nanti, kita akan menjelaskan langsung seperti apa dan bagaimana keunggulan komoditas asal Sumut itu, termasuk untuk mengantisipasi black campaign soal komoditas Sumut yang dikaitkan dengan isu lingkungan hidup, demokrasi, dan HAM," ujar JE Habibie.
JE Habibie juga akan berupaya memanfaatkan hubungan emosional 1,7 juta warga Belanda terhadap Indonesia, khususnya Sumut. Sebab, dari statistik yang ada, sekitar 1,7 juta warga Belanda punya pertalian darah dengan warga di Sumut.
"Saya pernah berdialog dengan salah seorang warga Belanda yang mengaku masih punya nenek moyang di Kota Binjai, Sumut. Dan saya kira, hal-hal seperti ini masih banyak ditemukan pada warga Belanda lainnya. Karenannya, kita akan memanfaatkan hubungan emosional ini untuk mendongkrak neraca ekspor Sumut," jelasnya. ***