>>imbc, medan
Sumut berhasil memperoleh predikat terbaik I dalam mengelola keuangan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Gubsu yang membawa piagam penghargaan dari Menteri Keungan pun disambut meriah segenap komponen masyarakat, Jumat (6/11), di Bandara Polonia Medan setibanya dari Jakarta.
Gubsu tampak kaget, apalagi sejumlah pejabat teras Sumatera Utara terlihat menyambutnya, mulai dari Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho, Sekda Provsu RE Nainggolan, serta pimpinan SKPD, dan Ketua Komisi C DPRDSU Arifin Nainggolan.
Setibanya di Bandara Polonia sekitar pukul 11.30 WIB, Gubsu mengaku terharu, karena sama sekali tidak mengira bakal disambut seperti itu. Diapun menyatakan rasa syukur dan terimakasihnya karena Sumut berhasil meraih penghargaan pertama dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.
Kepada wartawan, Gubsu mengatakan, penghargaan yang diterima Pemprovsu itu harus disyukuri. Karena, untuk pertama kali Pemprovsu mendapat penghargaan karena berhasil mengelola keuangan. Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh aparat di jajaran Pemprovsu. Kata Gubsu, penghargaan itu mampu diraih Sumut karena bantuan dan kerja keras aparat di jajaran Pemprovsu.
"Saya memaknai prestasi ini dapat kita raih karena kinerja staf-staf saya dibantu anggota DPRD Sumut. Saya selama ini mengajak, mari majukan Sumut," ujar Gubsu.
Disebutkan Gubsu, ada beberapa kreteria yang menjadi penilaian tim sehingga Pemprovsu menerima penghargaan tersebut. Yakni meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), PAPBD Sumut 2010 disahkan tepat waktu, meningkatnya pendapatan rata-rata penduduk, penurunan kemiskinan dan peningakatan manajemen keuangan dari penilaian disclaemer berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2008 naik dua tingkat menjadi memperoleh Opini Wajar dengan Pengecualian (OWP).
"Dari lima penilaian inilah, kita mendapat penghargaan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Penilaian ini saya tahu setelah penghargaan itu diberikan. Akhirnya Sumut terpilih nomor satu. Kita mendapat satu kertas penghargaan dan dana insentif Rp 38 milyar. Ini akan menjadi motivasi bagi PNS di jajaran Pemprovsu untuk terus meningkatkan kinerja utamanya dalam pengelolaan keuangan," harap mantan Bupati Langkat ini.
Tentang alokasi dana insentif bantuan Menteri Keuangan ke Pemprovsu sebesar Rp38 miliar menurut Gubsu akan dimasukan ke PAPBD 2010. Kemana nantinya akan dialokasikan, pihaknya masih akan merumuskannya dengan pimpinan SKPD dan panitia anggaran DPRD Sumut.
Sekdaprovsu RE Nainggolan menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut naik rata-rata di atas nasional dalam tiga tahun terakhir masing-masing tahun 2006 naik 12,87 persen, 2007 naik 9,80 persen dan 2008 naik 32,19 persen.
Selanjutnya proses penetapan Perda APBD diterima oleh pemerintah pusat mulai APBD 2009, P-APBD 2009 dan APBD 2010 tepat waktu sesuai Permendagri Nomor 13 tahun 2006. Bahkan se Indonesia APBD 2010 Sumut nomor 3 tercepat di Indonesia.
Sedangkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2008 naik dua tingkat menjadi memperoleh Opini Wajar dengan Pengecualian (OWP) dari tiga tahun sebelumnya pada peringkat terendah (disclaimer).
Dalam kriteria ekonomi dan kesejahteraan pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2009 sebesar 6,39 persen sementara nasional 5,9 persen, indeks pembangunan manusia (IPM) urutan ke-8 nasional sebesar 72,8 sedangkan nasional 70,59, inflasi 10,72 tahun 2008 di bawah rata-rata nasional 11,06 persen, tingkat pengangguran 8,25 persen atau 51.000 pengangguran sedangkan nasional 10,20 persen, tingkat kemiskinan 12,56 persen sedangkan nasional 15,42 persen. ***