Jumat, 6 Nopember 2009 - 20:22 WIB - admin
>>zainul, rantau prapat
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Labuhanbatu, Jumat (6/11), membongkar warung 'esek-esek' di sepanjang Jalan WR Supratman Rantau Prapat, yang membuat resah masyarakat.
Penertiban warung yang disinyalir menjadi tempat mangkal PSK ini, dipimpin Asisten I Pemkab Labuhanbatu, Drs Karlos Siahaan Msi, didampingi Kepala Dinas Pasar H A Sotar Lubis S Sos, Kepala Perlindungan Masyarakat Nilwansyah S Sos, Kepala Satuan Polisi Pamongpraja, Said Ali serta dibantu pihak kepolisian dari Polres Labuhanbatu dan Polisi Militer.
Penertiban yang menyita perhatian warga terutama para pengemudi yang melintas, tidak mendapatkan perlawanan dari pemilik warung. "Operasi penertiban ini sudah diberitahu sejak tiga hari lalu", kata Said Ali.
Sementara Asisten I Sekretariat Daerah, Karlos Siahaan mengatakan, penertiban ini dilakukan dalam rangka menata keindahan di pintu masuk Kota Rantauprapat.
Saat penertiban berlangsung, Kepala Puskesmas Desa Janji turut hadir menyaksikan dan dikonfirmasi terkait pembukaan warung esek-esek tersebut menjelaskan bahwa 6 orang yang bermukim disitu sudah mengidap penyakit kelamin.
"Dari 6 pasien itu, 2 diantaranya positif terjangkit penyakit kelamin (gonorhea-go). Dua pasien yang positif terjangkit GO ini, masih berusia sekitar 2 tahun," papar Hj Rul Bariah Skm yang menjabat sebagai Kapuskesmas Desa Janji.
Sedangkan empat pasien lainnya, termasuk diantaranya mengaku sepasang suami isteri, penyakit yang dideritanya itu masih tergolong Penyakit Seks Menular (PSM) biasa, yaitu sekedar infeksi di kandung kemih.
Menurut Hj Rul Bariah didampingi dr Nur Fadliana menyebutkan, pihaknya sejak Januari hingga November 2009 ini, ada merawat 6 orang pasien yang terjangkit PSM. Keenam pasien itu, kata dr Nur Fadliana, dua diantaranya mengaku sebagai "konsumen" yang sering datang ke warung "tenda biru", sekitar tugu Selamat Datang ke Kota Rantauprapat, yang berlokasi di Jalan WR Supratman.
Keenamnya itu, ada yang menunjukkan kartu identitas dirinya sebagai warga Rantauprapat, namun ada pula yang tidak bersedia menunjukkan kartu identitas dirinya. *****