Prof H M Arif Nasution Dilantik Jadi Ketua ICMI Sumut

Gubsu Prihatin Anak Bangsa Saling Buka Aib

>>imbc, medan
     Gubsu Dato' Seri H Syamsul Arifin SE mengaku prihatin semakin merebaknya gejala saling buka aib dalam kehidupan sebagian anak bangsa dewasa ini tanpa lagi memerdulikan adab dan etika. Indikasi itu merebak dalam berbagai pranata sosial, politik dan kemasyarakatan.
    "Ini sangat mengkhawatirkan bagi ketahanan bangsa kita ke depan," ujarnya pada acara Pelantikan Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumut masa bakti 2009 - 2014 di Aula Martabe Kantor Gubsu di Medan, Sabtu (7/11) malam.
    Kepengurusan Sumut yang dilantik Ketua Dewan Presidium Pusat ICMI DR Ir H Muslimin Nasution tersebut diketuai Prof DR H M Arif Nasution MA yang juga Dekan Fisip USU didampingi 11 wakil ketua diantaranya H Fadli Nurzal S Ag, Sekretaris Drs H Nuzirwan B Lubis MSP dibantu 11 wakil ketua dan Bendahara Hj Syafrida Fitrie SP MSP dibantu 2 wakil bendahara, yang juga dilengkapi 10 divisi.
Sedangkan Dewan Penasihat Wilayah ICMI Sumut diketuai Dato' Seri H Syamsul Arifin SE dengan 18 anggota diantaranya H Gatot Pujonugroho ST yang juga Wagubsu dan Prof DR H Abdullahsyah MA yang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumut.
Lebih lanjut Gubsu mengemukakan saling introspeksi dan meluruskan berbagai permasalahan memang diperlukan dan harus dilakukan secara terus menerus demi perbaikan dan perubahan keadaan bangsa dari hari ke hari. Namun semua itu hendaklah tetap pada koridor saluran dan tatanan yang baik secara beretika dan beradab, bukan saling membuka dan mempertontonkan aib sehingga ketahanan anak bangsa semakin rapuh.
"Ini salah satu tugas berat kaum intelektual. Masyarakat harus diberi penguatan secara seimbang antara adab dan kecerdasan. Dewasa ini cendekiawan semakin banyak, profesor sudah ada di mana-mana. Jadi seyogyanyalah kehidupan kemasyarakatan harus lebih arif dan cerdas dalam melakukan perubahan dengan suatu pola atau ‘rule of games' beretika dan beradab," ujarnya.
Gubsu menaruh harapan besar kepada seluruh keluarga besar ICMI Sumut dapat melakukan gerakan strategis dalam memperbaiki ketahanan etika dan adab di tengah-tengah masyarakat sehingga kehidupan seimbang antara berfikir dan ber-Zikir semakin kokoh di tengah-tengah umat, kehidupan yang saling introspeksi dan saling memperbaiki, bukan saling buka aib dan saling menyalahkan tanpa lagi memperhatikan etika dan adab.
Secara panjang lebar Gubsu memaparkan harapan-harapannya kepada kaum intelektual termasuk keluarga besar ICMI Sumut agar membantu pemerintah lebih mencerdaskan kehidupan masyarakat demi ketahanan bangsa ke depan yang intinya memadukan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, sebagaimana visi pertama Pemprovsu rakyat bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ketua Dewan Presidium Pusat ICMI DR Ir H Muslimin Nasution sebelumnya juga memaparkan pentingnya dibangun ketahanan bangsa yang berintelektual, bermoral dan beradab yang secara garis besar terangkum dalam gerak ICMI yang seimbang antara berfikir dan ber-Zikir dilandasi 3 dimensi ICMI yaitu ke-Islaman, ke-Indonesiaan dan kecendekiawanan.
Ketua MPW ICMI Sumut Prof DR H M Arif Nasution mengemukakan kesendekiawanan memang harus diberdayakan di tengah-tengah masyarakat secara bijaksana dan proporsional.
Dikemukakannya, hakekat kecendekiawanan hendaklah dimaknai dalam arti luas dan tidak sekedar gelar akademis atau pendidikan formal semata. Sebab, kalau hanya dari pandangan formal dan gelar akademis, saat ini jumlah sarjana strata satu (S1) se Indonesia hanya sekitar 5 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah ini sangat sedikit, apalagi yang berstrata S2 dan S3 masih sangat sedikit dibanding jumlah penduduk.
Namun intelektualitas dan kecendekiawanan dalam arti luas potensinya sangat besar dan semuanya harus diberdayakan yang salah satu penggeraknya adalah organisasi cendekiawan formal seperti ICMI.
Oleh sebab itu, tegasnya, pihaknya komit dan bertekad menggerakkan potensi intelektualitas masyarakat secara seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual dalam memberhasilkan program pemerintah termasuk visi dan misi Pemprovsu.
Guru Besar USU ini mengemukakan ICMI Sumut akan memboboti secara intelektualitas program Pemprovsu rakyat bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rakyat jangan lapar, rakyat jangan bodoh, rakyat jangan sakit dan rakyat punya masa depan.
"Guna mendukung komitmen dan tekad itu ICMI akan mengembangkan potensi hingga lebih dekat kepada masyarakat diantaranya dalam 2 bulan ini bertekad pada 70 persen kabupaten dan kota di Sumut sudah terimplementasi ICMI kabupaten dan kota guna membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, pembangunan sosial dan ekonomi demi keberhasilan pembangunan Sumut ke depan," ujarnya. ****