Pelaku Sejarah Buka-bukaan Seputar Balai Umum Sei Rampah

Oleh: Ahmad Putra, Serdang Bedagai

   Seputar kemelut keberadaan Balai Umum milik warga Kecamatan Sei Rampah yang berada di Dusun I, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang kini dikuasai Dinas Pendidikan (Dispend) Sergai mulai terkuak.
    Tabir penyebab berpindah kepemilikan Balai Umum yang seharusnya balai pertemuan masyarakat Kecamatan Sei Rampah kemudian digunakan sebagai gedung paripurna DPRD Sergai sejak tahun 2004 sampai 2009 dan kini menjadi bangunan aula Dispen Sergai sejak tahun 2009 sampai sekarang.
Terkuaknya tabir itu setelah adanya mengakuan langsung dari salah seorang yang mengaku tokoh Exponem 66 Sergai Suratmin (80) warga Dusun III, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sergai. Kakek yang sudah 40 tahun bekerja sebagai bengkel sepeda menceritakan kronologis seputar keberadaan Balai Umum.
   Inilah seputar pengakuan dari Suratmin kepada imbc di kediamannya, Jumat (6/11) bahwa, Balai Umum berdiri sejak adanya niat masyarakat Kecamatan Sei Rampah untuk membeli sebidang tanah pada tahun 1958 yang diperuntukkan pembangunan sekolah menengah Atas (SMA) yang nantinya akan digunakan para anak-anak Sei Rampah untuk melanjutkan pendidikan atas di kampung sendiri.
Maka Camat Sei Rampah bersama masyarakat Kecamatan Sei Rampah bersama-sama mengumpulkan uang untuk membeli tanah tersebut dengan cara pengumpulkan barang bekas, koran bekas dan bantuan beberapa pengusaha yang ada di Kecamatan Sei Rampah. Uang yang telah dikumpulkan diserahkan kepada Muhammad Hasim selaku pemilik tanah.
"Setelah tanah dibeli, maka masyarakat berencana akan membangun sekolah di lahan yang telah dibeli dengan cara mendirikan plank pembangunan sekolah, namun tak beberapa lama Sutan Dilaut pemilik Yayasan Teladan, terlebih dahulu membangun sebuah sekolah di belakang tanah yang baru dibeli, sehingga rencana pembangunan sekolah dibatalkan,"ujar Suratmin
Suratmin tidak menjelaskan tahun berapa Balai Umum mulai dibangun, namun menurutnya Balai Umum pertama sempat dirobohkan oleh oknum Kades (alm) Zainuddin Z, kemudian dibangun kembali setelah masyarakat merasa keberatan atas pembongkaran yang dilakukan Zainuddin selaku kades kala itu.
Pada tahun 2003, Balai Umum dipugar menjadi bangunan permanen yang rencananya akan digunakan oleh Pemkab Sergai sebagai Gedung DPRD Sergai. Maka Balai Umum dan sebuah Kantor Desa Sei Rampah dibongkar dijadikan kantor DPRD Sergai. Sedangkan kantor Desa Sei Rampah menumpang di ruko ABC menunggu dibangunnya kembali kantor desa.
"Awalnya ada perjanjian Pemkab Sergai dengan masyarakat bahwa Balai Umum dipinjam selama 2 tahun menunggu dibangunnya gedung DPRD Sergai yang permanen, namun sampai tahun 2009 Balai Umum tetap dijadikan gedung DPRD Sergai, walau gedung DPRD Sergai sudah dibangun megah di Dusun I, Desa Firdaus, Sei Rampah,"terangnya.
Oknum Exponem 66 serahkan ke Bupati
Perlu diketahui bahwa perpindahan Balai Umum yang dulunya milik masyarakat Sei Rampah dibeli dari hasil jerih payah bisa jatuh ke tangan Pemkab Sergai akibat adanya permainan beberapa oknum Exponen 66 yang menyerahkan langsung Balai Umum ke Bupati Sergai.
"Balai umum itu diserahkan beberapa oknum Exponen 66 ke tangan Bupati Sergai, karena saya keberatan maka saya dijauhkan dari kepengurusan exponen 66, jadi penyerahan Balai Umum bukan dilakukan langsung oleh masyarakat selaku pemilik. Seharusnya apabila ingin diserahkan untuk kepentingan umum seharusnya dimusyawarahkan dulu,'paparnya dengan sedikit kesal.
Entah apa dan siapa yang memberikan intruksi, namun Balai Umum dan Kantor Desa Sei Rampah yang sudah dihancurkan dan dibangun menjadi gedung DPRD Sergai. Malah direhap untuk dijadikan kantor Dispend Sergai yang dulunya berkantor dibangunan sekolah Madrasah di Dusun I, Desa Firdaus, Sei Rampah.
Padahal anggota DPRD masih terlihat berkantor di beberapa ruangan, namun hal itu tidak dihiraukan dan perehapan gedung DPRD dijadikan kantor Dispend terus berlanjut. Kini balai umum yang telah dipindah tangankan oleh oknum Exponem 66 itu malah dikuasi oleh Drs H Rifai Bakri Tanjung MAP selaku Kadis Pendidikan Sergai sebagai aula mereka.
Hausnya kekuasaan dan sifat arogansi ditunjukkan Drs H Rifai Bakri Tanjung MAP, hal itu dilihat dari beberapa kali masyarakat mengharapkan agar bangunan aula yang dulunya balai umum milik masyarakat dikembalikan keasalnya agar masyarakat Sei Rampah dapat menggunakannya sebagai tempat balai pertemuan.
Tapi Tanjung malah membuat sensasi yang membuat masyarakat tambah marah, dimana Tanjung malah membuat pagar keliling dengan alasan untuk pengamanan bagi gedung Dispend Sergai dan tidak mau jalan menuju kantornya dilalui pelajar Yayasan Teladan yang persisi berada dibelakang Kantor Dispenda.
Saat adanya protes masyarakat diwakili beberapa perwakilan dan juga dihadiri Camat Sei Rampah, Tanjung mengungkapkan bangunan pagar itu untuk pengamanan gedung, tapi yang jadi pertanyaan, pagar tidak dilakukan seluruh tanah yang dulunya dibeli masyarakat Sei Rampah, pagar hanya dilakukan dibagian gedung dan sebagian tanah dijadikan jalan untuk menuju kantor Desa Sei Rampah, Kantor KUA Sei Rampah dan jalan siswa yayasan Teladan.
Arogan Tanjung memagar kantor Dispenda menjadikan masyarakat Sei Rampah terlihat kesal, dimana Kantor Desa Sei Rampah yang dulunya bisa dilihat dari jalan besar, namun kini tertutup garasi mobil pejabat, karena Tanjung membangun garasi tepat disamping Kantor Desa.
Hal itu membuat masyarakat yang berniat untuk mengurus surat-surat ke kantor Desa dan KUA sempat bingung, karena kedua kantor itu ditutupi garasi mobil yang diduga sengaja dibangun Tanjung untuk membuat masyarakat Sei Rampah marah. Sedangkan jalan menuju kedua kantor itu harus melalui jalan disamping aula yang telah dibagar oleh Tanjung.
Anehnya bangunan pagar tersebut ketika ditanya wartawan beberapa waktu lalu, Tanjung menjawab bangunan itu swadaya seorang rekanan inisial S. Bila kita ketahui rekanan S selalau mendapat jatah proyek yang cukup banyak dari Kabid Dikmenjur yang nota benenya anak main Bakri Tanjung.
Sifat arogan Bakri Tanjung yang telah menyakiti hati masyarakat Sei Rampah diduga akibat kedekatan Tanjung dengan Bupati Sergai, karena setiap kegiatan acara Tanjung baik itu acara pribadi maupun acara dinas, Bupati Sergai selalu meluangkan waktu untuk hadir,sehingga hal itu menjadi pertanyan public, "Ada apa dibalik Drs H Rifai Bakri Tanjung MAP selaku Kadis Pendidikan Sergai dan Bupati Sergai HT Erry Nuradi,"?, hanya mereka berdua yang bisa menjawabnya. ***