Dua Gelombang Masa Bela Kinerja Polri dan Kejaksaan

>>nana, medan
   Kisruh KPK-Polri masih terus berlanjut. Aksi saling dukung pun berdatangan. Seperti yang dilakukan dua gelombang pengunjukrasa pendukung kinerja Polri, Senin (9/11), saat mendatangi Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan.
    Massa mengatasnamakan namakan Forum Masyarakat Sadar Hukum Sumatera Utara (FMSH SU) datang sekitar pukul 10.30 WIB, disusul Jaringan Masyarakat Cinta Indonesia Cinta Kepolisian dan Kejaksaan (Jimat Cicakk) Medan.
   Mereka meminta agar masyarakat memberikan kesempatan kepada Polri maupun Kejaksaan untuk melakukan tugasnya dalam penegakan hukum, tanpa di intervensi oleh pihak manapun.
Koordinator aksi FMSH SU, Refal menyatakan, aksi yang dilakukan tersebut merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap jalannya hukum di negeri ini terkait kasus yang menimpa antara kepolisian dan kejaksaan dengan komisi pemberantasan korupsi (KPK) yang terjadi.
"Kami menyangkan apa yang terjadi belakangan ini, yaitu terkait kasus yang menimpa KPK, polisi dan kejaksaan," ujarnya.
Karena adanya pemberitaan yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu yang pada dasarnya tidak pantas untuk dikonsumsi publik terkait kasus tersebut menyebabkan tumbuhnya opini yang membodohkan masyarakat. Padahal seharusnya pihak terkait seperti kepolisian dan kejaksaan diberi kesempatan untuk dapat menyelesaikan kasus yang terjadi.
"Nyatanya kan kedua lembaga ini belum diberi kesempatan untuk membuktikan apa yang terjadi. Tapi sudah langsung dipersalahkan," katanya.
Saat ini, banyak pihak yang menyudutkan kepolisian dan kejaksaan. Padahal yang menyampaikan tuduhan tersebut belum melihat dan tidak mengetahui secara pasti permasalahan yang terjadi. "Jadi melalui aksi ini, kami mendukung tindakan yang akan diambil polisi dan kejasaan. KArena tindakan tersebut telah benar. Jadi biarkan polisi dan kejaksaan bekerja untuk membuktikan hal yang sebenarnya terjadi," terangnya.
Senada, Koordinator aksi Jimat Cicakk, Shofhan Ahmad, menyatakan mendukung penuh kebijakan Polri dan Kejaksaan dalam pengakan hukum tanpa intervensi dari pihak manapun, mengecam terjadinya diskriminasi terhadap lembaga kepolisian dan kejaksaan dalam menegakkan supremasi hukum, menolak intervensi elit bangsa, serta memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan dalam supremasi hukum, Salut dan bangsa terhadap pihak kepolisian yang berbesar hati memberikan penangguhan penahanan kepada Bibit dan Chandra.
Mereka juga melanjutkan tindakan yang diambil polisi dianggap jentelmen dan patut diacungi jempol, juga meminta kepada pihak kepolisian dan kejaksaan agar tetap komit, konsen dalam melakukan penegakan hukum terhadap kasus Bibit-Chandra, menyesalkan adanya pernyataan yang mengatakan Kapolri dan Kejagung harus mundur karena itu bukan solusi, itu merupakan pernyataan emosional, serta menyesalkan adanya dugaan skenario besar yang mengucilkan lembaga Kepolisian dan Kejaksaan," nanti pihaknya akan menyurati pihak Kapolri dan Kejagung agar mereka tahu bahwa kami mendukung mereka," paparnya. ****