Warga Korban Banjir Pantai Cermin Butuh Perhatian Pemkab

>>mad, sergai
    Warga Dusun XI, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang rumahnya rusak akibat diterjang luapan air Sungai Ular yang terjadi, Selasa (3/11) dan Kamis (5/11) lalu belum mendapat perhatian.
    Dari pengakuan Kepala Desa Kota Pari Supriadi kepada wartawan, Senin (9/11) bahwa, terdapat 16 rumah yang rusak akibat terjangan arus air sungai Ular, 9 rumah dinyatakan rusak parah yaitu milik Ismail, Tukiman, Ngadiran, Wagirin, Ilham, Misnan, Sarina, Sukirin dan Wagimin, sedangkan 7 rumah lainnya mengalami rusak ringan.
    Data itu hasil laporan masyarakat yang rumahnya rusak, rata-rata rumah mereka mengalami kerusakan dibagian pondasi, dinding, teras dan lantai rumah. "Rusaknya rumah warga sudah dilaporkan kepada Bupati Sergai HT Erry Nuradi secara lisan ketika meninjau langsung ke lokasi banjir, Jumat (6/11) namun sampai sekarang bantuan belum juga diterima warga,"paparnya, Selasa (10/11).
Belum adanya bantuan diterima warga Dusun XI, Desa Kota Pari, Pantai Cermin yang rumahnya rusak akibat luapan air sungai Ular beberapa hari lalu, dinilai akibat buruknya kinerja Herman Sitorus SH selaku Kadis Sosial Sergai dalam menangani masalah tersebut.
Seharusnya Herman segera mencari solusi agar warga yang rumahnya rusak bisa kembali kerumah.
Namun faktanya, sudah sepekan warga yang rumahnya rusak sampai sekarang belum juga mendapat bantuan bahan bangunan dari Pemkab Sergai melalui Dinas Sosial, sehingga mereka harus tinggal dengan kondisi rumah yang memprihatinkan.
Ismail salah seorang warga yang rumahnya rusak berat diterjang luapan air sungai Ular sangat kecewa terhadap kinerja Dinas Sosial yang sangat lamban dalam memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak.
"Sampai sekarang belum ada bantuan untuk perbaikan rumah kami yang rusak, padahal data sudah kami serahkan, kalau cepat dapat bantuan kami tidak tidur dirumah yang akan runtuh ini bang,"ujarnya.
Selain bantuan perbaikan rumah, warga sekitar juga mengharapkan Pemkab Sergai segera memperbaiki jembatan yang rusak.
"Kami mengharapkan jembatan darurat yang dibangun Dinas Bina Marga dan Tarukim Sergai bebrepa waktu lalu agar diganti dengan yang yang lebih baik sebelum ada korban jiwa,"ujar beberapa warga.
Jembatan tersebut, menurut warga merupakan urat nadi untuk mengangkut hasil pertanian mereka seperti, sayuran, coklat dan kelapa sawit, karena jembatan darurat yang ada belum bisa dijadikan jembatan untuk mengangkut hasil pertanian melihat kondisinya yang mulai memprihatinkan.***