Pertamina Diminta Terus Sosialisasikan Konversi Minah ke Gas

>>budi, medan
   DPRD Sumut meminta Pertamina untuk terus memberikan sosialiasi tentang konversi minyak tanah ke elpiji, karena sebagian masyarakat masih belum memahami pemanfaatan gas untuk kehidupan   sehari-hari.
   "Ini soal perilaku dan kebiasaan, jadi memang harus terus menerus diberikan penjelasan umum dan teknis," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Biller Pasaribu kepada pers di Medan , kemarin.
Menurut anggota komisi D itu, kebijakan peralihan minyak tanah ke gas bumi awal yang diluncurkan tahun 2007 itu dinilai mengurangi penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar kompor. Selain itu, pemerintah menilai, penggunaan gas dapat menghemat anggaran sampai Rp20 triliun. Meski banyak yang protes, tapi pemerintah jalan terus.
DPRD Sumut, lanjut Biller, nendukung kebijakan tersebut, namun tentunya ini harus ditindaklanjuti dengan bagaimana merubah kebiasaan yang sudah dilakukan puluhan tahun oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah pedesaan.
"Kita lihat nelayan, misalnya, yang menggunakan minyak tanah untuk keperluan melaut. Bagaimana merubah kebiasaan mereka menggunakan gas. Ini jelas tidak mudah," ujar Biller.
Terhadap kasus yang menimpa sebagian konsumen ketika menggunakan gas, Biller menjelaskan, harus ada petunjuk, dan cara-cara teknis agar tidak terjadi insiden. "Misalnya, gas dan kompornya jangan diletakkan berdekatan, harus ada selang penghubungnya," ujarnya.
Menyinggung jenis elpiji yang banyak disalurkan ke masarakat, Biller menyebutkan, saat ini, kemasan yang dijual adalah ukuran 3 kg dengan harga yang bervariasi. "Untuk mencegah terjadinya disparitas harga, perlu tata cara distribusi yang baik, karena belum tentu masyarakat kita terutama yang menengah ke bawah mampu membeli bila harganya tak terjangkau mereka," kata Biller.
Untuk mengatasi persoalan yang terjadi di masyarakat, DPRD Sumut akan mengundang Pertamina dan jajarannya, terkait upaya BUMN itu dalam menyalurkan bahan bakar murah kepada masyarakat.
"Kita juga berharap suatu saat nanti, selain subsidi yang sudah diberikan, ditemui cara pemasangan pipa gas ke rumah penduduk, agar masyarakat tidak repot lagi mencari gas di penyalur," pungkas Biller. ****