>>zainul, batam
Kejuaran Tinju Senior yang berlangsung di Batam Ternoda. Pasalnya sekitar 30 oknum dari Satuan Kompi 134 TS bertindak beringas dan memukul atlit tinju.
Segerombolan pasukan dari Kompi 134 TS Minggu (15/11) itu menyaksikan kan rekan Heriansyah bertanding di kelas 51 kg Elit Man. Menantang Ferdi Harung dari Sulawesi Selatan. Pertandingan tersebut dipimpin Wasit Apner, dari Sulawesi Utara.
Setelah usai tiga ronde pertandingan, ketiga juri menyatakan Heriansyah menang angka atas Feri. Namun saat wasit akan mengumumkan pemenangnya dan mengangkat tangan Heriansyah, tiba-tiba Feri kalap dan langsung menghajar wasit tersebut hingga tumbang.
Imbas dari kejadian itu, suasana lain justeru terjadi di luar ring. Salah seorang atlit tinju rekan Ferdi yang akan menolong pelatihnya dari kerumun massa, tiba-tiba dikejar dan dihajar oleh beberapa anggota pasukan Kompi 134 TS.
Secara beringas mereka memukuli bahkan memijak-mijak atlit tinju itu. Untunglah suasana dapat diredakan setelah Komandan Batalyon Letkol Jimmi berhasil menghentikan dan menyelamatkan atlit tinju dari Sulsel tersebut.
Korban yang terbakar emosi dengan kondisi mengenaskan, mata kanan korban mengucurkan darah dan mengatakan "kami juga yang datang dari sulawesi pasukan loreng, kamu kok main keroyok" umpatnya sedih.
Setelah diadakan rapat seluruh manejer peserta, melalui Drs Edi Sibarani Tim manejer dari Sumut menyampaikan hasil keputusan dan menyampaikan kepada rekan pers dan juga peserta, pertandingan dilanjutkan kembali dengan catatan pihak keamanan ditingkatkan.
Asrial Goce, Ketua Tim Penjurian pada kejurnas tersebut langsung mengadakan rapat dengan panitia pertandingan atas insiden tersebut. Dalam pertemuan itu, Asrial Goce mengatakan ia dan wasit lainnya tidak akan melanjutkan memimpin pertadingan kalau tidak adanya jaminan keamanan.
Namun, setelah terjadi perdebatan antara panitia dengan ketua tim penjurian, maka disepakati wasit akan dijamin keamananya oleh panitia kejurnas.
Pasca kejadian itu, Carlos Rembeny yang juga merupakan tokoh tinju nasional pada inimedanbung.com menerangkan. Kejadian itu merupakan satu tindak pidana, karena terjadi setelah keputusan di berikan hakim pertandingan. Tapi keterlibatan pihak kompi yang memukuli atlit tinju sangatlah di sayangkan.
Kelanjutan dari kejadian masalah ini akan diagendakan dalam rapat di Pertina nanti. "Tapi kejadian ini tanggung jawab panitia," katanya seraya menyatakan kejadian itu sangat memalukan dan petinju itu pasti mendapat saksi, namun pihak luar (Kompi-red) ikut memukuli atlit itu juga harus di selesaikan.
Pasca kejadian yang memalukan itu, korban yang dipukuli anggota Kompi 134 TS ternyata juga pasukan angkatan darat yang bertugas di Linud Sulsel. Pihak POM dari Kepri datang ke lokasi TKP meminta keterangan pihak yang terkait dalam insiden itu. Sekitar pukul 22.15 WIB mereka di bawa ke markas POM untuk di mintai keterangan. ***