imbc/pc
Jika melihat kenyataan di masyarakat, kita sangat prihatin dengan remaja yang tidak menyadari betapa sebenarnya mereka mempunyai potensi besar untuk mengubah nasib bangsa dan negaranya. Mereka seolah tidak pernah mendengar pepatah yang sudah sangat masyhur, yaitu "Pemuda harapan bangsa."
Yang dimaksud memprihatinkan itu adalah perilaku mereka yang kontraproduktif. Misalnya, sering nongkrong, mejeng, hura-hura, konvoi kendaraan, dan lain-lain. Semua itu mencerminkan sifat dan sikap boros, baik dari segi waktu maupun finansial. Ditambah lagi penampilan (performance) mereka yang semau gue, acak-acakan, awut-awutan, dan sejenisnya.
Perilaku yang demikian itu mencerminkan kepribadian yang kurang baik. Aktivitas yang seperti itu hanyalah mendatangkan kesenangan sesaat. Bahkan, mencerminkan pula sikap asosial. Ini sangat berbahaya karena pada akhirnya nanti keberadaan mereka tidak akan diterima dengan baik oleh warga masyarakatnya. Masih untung masyarakat sekitarnya bersikap toleransi yang cukup besar terhadap tingkah laku mereka itu.
Tapi, bagaimana jika kesabaran masyarakat sudah melebihi batas kewajaran? Tentu, akan lebih memperparah eksistensi mereka sebagai warga masyarakat yang masih muda usia dalam lingkungannya sendiri. Tragis.
Menyadari hal itu, maka para remaja perlu mulai saat ini mempersiapkan diri dalam menantang masa depannya sendiri. Mereka harus mampu menjawab tantangan masa depan yang pastikan akan jauh lebih berat daripada masa sekarang.
Masa Remaja Bukan Masa Santai
"Santai dulu, ah." kalimat ini sering terdengar oleh telinga kita dari sebagian besar remaja. Ucapan itu sering kali diucapkan ketika menghadapi kegiatan yang begitu padat dan menuntut banyak tenaga dan pikiran yang harus dicurahkan. Tapi, mengapa justru ucapan itu yang meluncur dari mulut mereka?
Keheranan itu makin bertambah ketika melihat mereka tega membebani teman sendiri untuk mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Mereka tidak malu menjadi benalu. Mereka juga tidak merasa risih numpang pada hasil keringat orang lain. Bahkan, mereka cuek dan enjoy aja dengan perilaku yang tidak profesional tersebut. Padahal, kalau mau berusaha, mereka pasti mampu melaksanakan tugas tersebut.
Sikap mereka yang menyantai itu jelas mencerminkan ketidakmampuan mengelola waktu. Jika ingin sukses, maka, mau tidak mau remaja harus memanfaatkan waktu itu secara maksimal demi kemanfaatan di masa depan.
Berpola Pikir yang Baik
Tips yang kedua adalah belajar dan menerapkan pola pikir yang baik. Artinya, berpikirlah secara sistematis (runtut dan berkesinambungan), kreatif (bersifat cenderung kepada hal-hal baru yang lebih baik), serta positif (mem-bawa kemanfaatan yang besar bagi diri dan orang lain).
Namun banyak remaja sekarang belum lagi memikirkan cita-cita dimasa-depan. Melihat kenyataan di masyarakat bahwa mencari lapangan kerja sangat tidak mudah, membuat mereka memberi stigma negatif pada masa depan itu sendiri. Stigma ini semakin membuat mereka terhanyut dan tak mau berusaha keras.
Hal seperti itu seharusnya tidak akan terjadi jika mereka mau menerapkan berpikir sistematis. Misalnya, bila bercita-cita menjadi anggota Polri atau ABRI, maka mereka sudah tahu apa yang akan dikerjakannya setelah lulus SMA, yaitu melamar di Secaba Polri, atau di AKABRI. Jika ingin menjadi pengusaha, maka mereka belajar berwiraswasta meskipun dengan omzet yang masih kecil. Dan banyak jalan lain yang dapat mengantarkan remaja meniti kehidupan masa depan yang mapan.
Jadi, jangan putus asa karena ada rumor atau isu di masyarakat bahwa kalau ingin kerja di mana pun harus menyuap, pakai uang pelicin, dan sebagainya. Lawan saja semua rumor atau isu yang belum tentu benar itu dengan berpikir positif bahwa remaja pasti bisa sukses bekerja tanpa harus menyogok karena memiliki kemampuan, kemauan yang kuat, dan pola pikir yang kreatif.
Beberapa tips lain yang perlu dimiliki remaja dalam menghadapi tantangan masa depan akan dijelaskan dalam diskusi karena keterbatasan halaman. Tips-tips itu antara lain:
a. Harus berkepribadian menarik dan integratif.
b. Harus banyak membaca buku motivasi diri.
c. Harus mau berorganisasi dengan aktif.
d. Harus memiliki ketahanan terhadap tekanan dan stres.
e. Harus berani mengahadapi persaingan yang ketat.
f. Harus memadukan antara usaha dan doa.
Bimbingan anda sebagai orangtua tentu ikut berpengaruh. Jadilah orangtua yang menanamkan pikiran-pikiran positif pada masa depan dan masa depan yang baik harus diwujudkan dengan kerja keras dari sekarang.