Aksi Demo Ratusan Guru di Siantar Terus Berlanjut

>>mad, pematang siantar
    Aksi unjukrasa ratusan guru di Siantar yang mempertanyakan dana insentif dan dana bantuan siswa miskin di sekolah mereka masing-masing, Rabu (18/11) terus berlanjut.
    Walau sudah memasuki hari ketiga, namun tak menyurutkan tekad para guru dalam melakukan aksi yang berlangsung di Lapangan H Adam Malik Jalan Merdeka Pematangsiantar.
Lundu Tamba selaku kordinator lapangan pada imbc mengatakan, tujuan dari aksi demo yang dilakukan ratusan guru-guru dari berbagai sekolah guna mempertanyakan dana insentif guru yang belum diterima sama sekali.
"Sampai sekarang dana insentif guru setiap bulannya yang harus kami terima Rp50.000/bulan dan diterima setiap setahun sekali sampai sekarang belum kami terima, selain itu juga dana bantuan untuk siswa mikin belum juga cair, untuk itulah kami melakukan aksi demo," ujar Lundu.
Dikatakan Lundu, beberapa waktu lalu, Aliansi Peduli Pendidikan (APP) Kodya Pematang Siantar pernah mempertanyakan masalah dana insentif guru dan dana bantuan siswa miskin kepada Walikota Pematang Siantar RE Siahaan, namun dijawab dana tersebut sudah digabung ke dana Kesra. "Tetapi ketika DPRD mempertanyakan hal itu, RE Siahaan tidak hadir," paparnya.
Yang kita sesalkan, kata Lundu, RE Siahaan mengundang para kepala sekolah untuk menerangkan bahwa dana yang kami tuntut tidak ada dan meminta para guru untuk tidak mempersoalkan dana itu," terang Lundu.
Yang tidak habis pikir, walau sudah memasuki hari ketiga aksi demo yang dilakukan para guru, sama sekali tidak mendapat respon dari Walikota, malah RE Siahaan terlihat cuek. Sedangkan Kadis pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Pematang Siantar Drs Surung Siallagan malah tidak terlihat sama sekali seakan bungkam, padahal kita ketahui Surung merupakan atasan para guru-guru itu.
"Kami akan terus melakukan demo untuk memperjuangkan nasib kami masalah dana insentif dan masalah dana siswa miskin, kami minta Gubsu Ir Syamsul Arifin untuk melihat nasib kami yang yang kini ditindas RE Siahaan," harap beberapa guru pada imbc.
Dari selebaran yang ditulis, APP Kodya Pematang Siantar menuding RE Siahaan selaku Walikota telah melakukan perampokan hak dengan jalan melakukan pembohongan publikyang terjadi didepan ratusan kepala sekolah tentang dana insentif guru dan dana bantuan siswa miskin beberepa waktu lalu.
Diterangkan bantuan daerah bawahan sebesar Rp8 Miliar lebih bersumber dari APBD Provinsi Sumut dan ditampung di APBD tahun 2009 Perwa di unit Dinas Dikjar dengan perwa No.10 tahun 2009 yang disahkan 31 Maret 2009 lalu, telah membuktikan bahwa terjadinya pembohongan public semakin nyata.
Menurut APP, bantuan dana diambil tanggal 15 September 2009 lalu, sesuai SPM an SP2D no 2210/09 dengan nomor giro 905081 dari kantor Gubernur yang diambil oleh Kadis Pendapatan Dontes Simatupang beberepa waktu lalu.
Menurut informasi dari beberapa guru, tidak cairnya dana insentif guru dan dana bantuan siswa miskin akibat terjadinya perseteruan antara RE Siahaan selaku Walikota dengan DPRD Pematang Siantar sehingga sampai sekarang RAPBD Pematang Siantar belum juga selesai. ***