Pemerintah Diminta Antisipasi Kelangkaan Semen di Sumut

>>nida, medan
     Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) diminta segera mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi kelangkaan semen di Sumatera Utara. Sebab, kelangkaan semen juga akan berdampak secara tak langsung pada berbagai sektor lainnya.
    Demikian diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Sumut, Fadly Nurzal S.Ag, Rabu (25/11), terkait langkanya semen di Sumatera Utara.
    Sejak tiga pekan terakhir semen sulit ditemukan di Kota Medan dan sejumlah daerah lainnya di Sumut. Akibatnya, harganya pun melambung tinggi dari yang biasanya hanya Rp48.000 per sak, naik menjadi Rp57.000 hingga Rp60.000 per sak.
"Jika harga semen naik dan sulit didapat maka pemerintah kita mintakan untuk segera mengambil langkah-langkah antisipasi," tutur Fadly yang juga Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPRD Sumut ini.
Dikatakan Fadly, salah satu program pemerintah adalah mewujudkan perumahan yang murah untuk rakyat. Meski leading sectornya dalam hal ini adalah Menpera, namun Fadly menilai kebijakan ini sudah sangat tepat untuk mempersiapkan rumah layak huni.
Apalagi, perumahan layak huni saat ini sangat didambakan masyarakat yang masih belum memiliki rumah. Karena itulah, meski tidak bersifat primer namun menurut Fadly, ketersediaan semen sangat berpengaruh dalam pembangunan perumahan.
"Bagaimana masyarakat mau membangun rumah kalau semen sebagai bahan utamanya sulit di dapat," ujar Fadly.
Dia berharap pemerintah segera mencari tahu dan mengambil langkah cepat untuk mengatasi kelangkaan semen ini. Sebab masyarakat Sumut sebelumnya sudah sangat sering dikecewakan akibat kelangkaan pupuk, termasuk akibat pemadaman listrik, konversi minyak tanah ke gas, serta persoalan pendidikan dan kesehatan.
Fadly yang juga Ketua DPW PPP Sumut ini juga berharap tak hanya secepatnya menangani kelangkaan semen, pemerintah juga perlu segera mengantisipasi krisis listrik di Sumut. Karena krisis listrik berkepanjangan akan sangat berpengaruh pada kelangsungan pendidikan dan masa depan anak bangsa.
"Kalau gelap bagaimana anak-anak bisa belajar, sehingga mereka bisa menjadi bodoh. Ini perlu segera diantasipasi agar visi dan misi Gubsu bagaimana rakyat tidak lapar, tidak sakit dan tidak bodoh dapat segera terealisasi," kata Fadly Nurzal. ***