>>riadi, tebingtinggi
Ratusan pelamar CPNS Kota Tebingtinggi melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Walikota Tebingtinggi, Rabu (25/11) siang, karena gagal mengikuti ujian seleksi penerimaan CPNS Kota Tebingtinggi yang diselenggarakan serentak di Sumut.
Mereka ini gagal mengikuti ujian meski sudah melengkapi administrasi dan mendapatkan nomor peserta ujian. Mereka gagal mengikuti ujian karena dilarang oleh petugas pengawas.
Para pengunjuk rasa menuntut pertanggung jawaban panitia seleksi CPNS karena mereka gagal ujian akibat tidak mendapatkan nomor ujian serta tidak diperbolehkannya ikut ujian meski memiliki nomor ujian namun tidak memiliki tempat ataupun lokal ujian.
Orasi unjuk rasa yang dilakukan pengunjuk rasa, Yusnul Arifin warga Tanjung Morawa-Medan mengatakan, Kota Tebingtinggi yang terkenal dengan administrasi terbaik di Sumatera Utara ternyata menyimpan ketidak becusan kinerja aparatur BKD yang ditempatkan di kepanitian penerimaan CPNS.
Dirinya yang sudah memiliki nomor ujian, dan berniat akan mengikuti seleksi datang ke Tebingtinggi sejak pagi hari, setelah dicari-cari lokasi ujian, dianya tidak menemukan lokasi padahal formasi yang diminatinya umumnya seleksi di SMAN 3 Tebingtinggi namun tidak diberikan pengawas turut ujian karena nomor ujianya tidak berada di SMAN 3 tersebut.
Begitu juga dengan Muhammad Ridwan, dimana dirinya yang sudah melengkapi berkas administrasi pelamaran, ternyata belum mendapatkan nomor ujian hingga akan digelarnya seleksi. Mencoba menelusuri penyebab kegagalan, para pengunjuk rasa mendatangi kantor BKD di Jalan Yos Sudarso namun yang ditemui pihak petugas kepolisian, dimana tidak ada satupun panitia berada di Kantor BKD.
Akibatnya, mereka melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Wali Kota namun tidak ada satupun pejabat menerima aksi tersebut.
Para pengunjukrasa ini pun melanjutkan aksi serupa di Gedung DPRD Tebingtinggi diterima pimpinan sementara, H Chairul Mukmin Tambunan SE.
Di tengah dialog yang berlangsung, mereka menuntut agar diberikan kesempatan ikut pelaksanaan ujian CPNS. Pihak DPRD tidak dapat memberikan jaminan, menurut pimpinan DPRD Mukmin Tambunan seluruh aspirasi pelamar CPNS di tampung menunggu adanya pernyataan pihak BKD yang rencananya akan diminta pernyataanmnya. ***