400 Pelamar CPNS Pemprovsu Tak Ikut Ujian

>>imbc, medan
   Sekitar 400 pelamar CPNS Pemprovsu tidak hadir dalam seleksi yang diselenggarakan serentak, Rabu (25/11) di seluruh kabupaten/kota se-Sumut. Hal ini terungkap saat Wagubsu Gatot Pudjo Nugroho melakukan peninjauan di tiga titik lokasi yakni di Kampus AMI, Diklat Pemprovsu dan Perguruan Sinar Husni Medan, tadi siang.
    Dari kunjungan ini untuk sementara peserta ujian CPNS di Pemprovsu diperkirakan tidak hadir mencapai 5 persen dari total keseluruhan peserta. Diduga peserta yang sebelumnya melamar ke Pemprovsu beralih mengikuti ujian di kabupaten dan kota.
Akibat banyaknya peserta yang tidak hadir membuat bangku-bangku sebagian kosong. Hanya ada foto dan nomor peserta yang sudah tertempel di bangku ujian.
Wagubsu mengatakan banyaknya peserta yang tidak hadir diduga karena pelamar membuat surat lamaran di dua daerah. Misalnya dilamar ke Pemprovsu dan kabupaten atau kota.
"Memang tahun lalu juga sudah terjadi. Banyak peserta tidak hadir. Barangkali ini karena pelamar itu memilih di Pemprovsu dan memilih di kabupaten atau kota dan ini tidak masalah karena ini persoalan pilihan mereka mana yang lebih dianggap paling baik," ujarnya.
Gatot mengatakan, dari lima persen tersebut, jumlah pelamar CPNS di Pemprovsu sebanyak 8049 pelamar dari jumlah tersebut diperkirakan lebih dari 400 orang lebih pelamar tidak mengikuti ujian disebabkan mengambil di dua daerah ujian.
Namun kata Gatot, yang terpenting dalam CPNS pelaksanaan ujian lancar sampai kepada pengumuman sehingga tidak ada muncul persolan pada saat penentuan ranking. "Kita berharap lancar sampai pada pengumunan dan Pemprovsu bisa menerima PNS yang benar-benar berkualitas untuk mengisi birokrasi," katanya.
Jadi, dalam hal penentuan kelulusan CPNS, sepenuhnya diserahkan kepada USU. Dan dia menyarankan agar lembar jawaban segera distor ke USU untuk pemeriksan hasil ujian. Sedangkan, soal ujian baik yang tersisa maupun yang sudah selesai digunakan pelamar dibakar di lokasi ujian usai pelaksanaan ujian.
Sementara itu, Kabag Pengadaan dan Pembinaan BKD Pemprovsu, Pandapotan mengatakan, pelamar untuk atletik tidak semua formasi yang diminati. Misalnya, judo, polo air, dan catur yang tidak ada peminatnya akan diajukan ke Menpan kembali agar selanjutnya dialihkan kepada formasi guru olah raga yang peminatnya berlebih.
"Kita akan usulkan seperti peminat untuk polo air yang dibutuhkan hanya 3 orang tapi yang melamar lebih sehingga sisanya ini kita usulkan untuk dialihkan ke formasi judo, catur dan polo air," ucapnya.
Pandapotan mengatakan, kebijakan ini harus dibuat agar pelamar untuk formasi atlet dan pelatih yang berlebih itu tidak langsung gugur. Terlebih katanya pada saat memberikan lamaran mereka (pelamar untuk pelatih dan atletik) memberikan medali. Sehingga ada pertimbangan. "Itulah pertimbanganya, jadi nanti diusulkan supaya dialihkan kapada pelamar yang peminatnya sedikit," tuntasnya. ***