>>mad, medan
Penutupan parit warga yang dilakukan oleh pihak Yaysan Global Prima berbuntut panjang. Akibatnya puluhan warga Gang Abadi Perdamaian, Lingkungan I, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun melakukan perusakan terhadap bangunan Global Prima yang berada di Jalan Brigjen Katamso No.282, Medan Maimun, Jumat (27/11).
Puluhan warga mendatangi dan melakukan perusakan terhadap pagar depan dan kaca-kaca jendela bangunan sekolah yang sedang dalam tahap pembangunan pecah akibat dihancurkan warga, warga juga melakukan pemukulan terhadap beberapa pekerja bangunan yang sedang melakukan pemasangan lantai.
Menurut beberapa warga sekitar akibat ditutupnya parit oleh pihak Yayasan Global Prima, rumah warga Gang Abadi Perdamainan selalu kebanjiran setiap hari hujan tiba.
"Bagaimana kami tidak kesal bang, akibat parit ditutup, halaman rumah kami selalu kebanjiran setiap hujan datang, karena parit yang ditutup merupakan saluran air yang kami gunakan untuk mengalirkan air dari rumah kami keparit depan," ujar Siti warga sekitar pada imbc.
Katanya, parit ini sudah ada sejak jaman Belanda, setiap gang selalu ada parit disamping kiri dan kanan, untuk itu kami tidak terima parit mereka tutup, karena mereka tidak ada kordinasi dengan kami selaku warga sekitar,'ujar Siti.
Pada saat warga sekitar melakukan dialog dengan dr Nyoman selaku ketua yayasan untuk mempertanyakan seputar penutupan parit warga yang dilakukan yaysaan. Namun bicara Nyoman yang bernada kasar, puluhan warga yang sudah terbawa emosi hampir memukulinya, untunglah Polisi dan beberapa oknum Brimob yang berada dilokasi langsung mengamankan dr Nyoman dari kepungan warga.
Dr Nyoman selaku ketua yayasan menuturkan, bahwa penutupan parit warga tersebut dilakukan karena tanah tersebut masuk dalam surat yang dimiliki pihak yayasan,"parit itu masuk ketanah yayasan makanya kita lakukan penutupan,"ujarnya.
Dikatakannya, atas perusakan bangunan yang dilakukan warga maka pihak yayasan telah melaporkan kepihak yang berwajib agar diproses, "atas kejadian itu salah seorang tukang bangunan harus masuk rumah sakit," terang Nyoman. ***