Bandara Kuala Namu Ditargetkan Rampung 2011

>>kurnia, medan
   Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang ditargetkan rampung pembangunannya dan siap dioperasionalkan pada Juli 2011 mendatang.
   Demikian diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Sumut, Ajib Shah, Minggu (29/11), terkait hasil pertemuan Komisi D DPRD Sumatera Utara dengan Menteri Perhubungan RI diwakili Dirjen Perhubungan Udara Heri Bakhti di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Ajib Shah, kedatangan Komisi D DPRD Sumut ke Dephub pada Rabu 25 November 2009 untuk konsultasi percepatan pembangunan Bandara Kuala Namu yang merupakan bandara dambaan masyarakat Sumatera Utara, karena bandara ini yang pertama kali dikerjakan oleh putra-putra bangsa.
Dalam pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Udara Dephub Heri Bakhti, sebut Ajib, rombongan Komisi D DPRD Sumut terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota Komisi D DPRD Sumut, yakni Tagor P Simangunsong, John Hugo Silalahi dan H Fadly Nurzal, Dtm H Abul Hasan Maturidi, Analisman Zalukhu, Zulkarnain ST, Andi Arba, Yusuf Siregar, Jamaluddin Hasibuan, H Maratua Siregar, Tonnies Sianturi, Imam B Nasution, Hamamisul Bahsan, Mustofawiyah, Tunggul Siagiaan, Jepri Januar Pribadi, Restu Kurniawan Sarumaha serta Biller Pasaribu.
Dalam pertemuan itu, Dirjen Perhubungan Udara Heri Bakhti menyampaikan, Dephub tetap konsern menyelesaikan pembangunan Bandara Kuala Namu dan tetap menjadikannya skala prioritas dalam penyelesaian.
Target realisasi kita, ungkap Heri Bakhti, di tahun 2010 pembangunan Bandara Kuala Namu sudah harus 80 persen dan 20 persen finishing di 2011 sehingga di bulan Juli 2011 Bandara Kuala Namu sudah dioperasionalkan sesuai dengan program kita.
Memang, ungkap Heri Bakhti, pemerintah memberikan anggaran sebesar Rp600 miliar lebih dari anggaran yang kita usulkan sebesar Rp2 triliun untuk pengerjaan pembangunan Bandara Kuala Namu di tahun 2010.
Jadi, kata Heri, untuk pengerjaan proyek pembangunan Bandara Kuala Namu di tahun 2010, kita masih kurang anggaran sebesar Rp1,4 triliun, sedangkan untuk pengerjaan finishing di tahun 2011 masih dibutuhkan lagi anggaran sebesar Rp1 triliun.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Dirjen Perhubungan Udara Dephub, Analisman Zalukhu merasa pesimis Bandara Kuala Namu dapat selesai dan bisa dioperasionalkan pada Juli 2011.
Pasalnya, ungkap Analisman, dari anggaran yang diusulkan Dephub sebesar Rp2 triliun untuk pembiayaan pekerjaan di tahun 2010, yang terealisasi dalam DIPA APBN hanya sebesar Rp600 miliar lebih.
Dengan demikian, kata Analisman, untuk pencapaian target pekerjaan 80 persen di tahun 2010 sebagaimana program pemerintah pusat dan sisanya 20 persen lagi yang merupakan finishing di 2011, dikhawatirkan tidak akan terealisasi, karena ada kekurangan dana sebesar Rp1,4 triliun, belum lagi usulan anggaran di tahun 2011 sebesar Rp1 triliun untuk pekerjaan finishing 20 persen lagi.
"Jika melihat kondisi di lapangan yang sudah kami tinjau langsung, dengan anggaran sebesar Rp600 miliar lebih itu, apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan pembangunan bandara tersebut," ujar Analisman.
Pada kesempatan tersebut, Komisi D meminta kepada pemerintah pusat melalui Dephub agar dapat mengalokasikan kekurangan anggaran sebesar Rp1,4 trilun yang dibutuhkan untuk pengerjaan di tahun 2010, agar apa yang telah diprogramkan dapat terealisasi.
Sedangkan H Fadly Nurzal menambahkan, DPRD Sumut telah berkoordinasi untuk penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu ini. "Namun tanpa ada dukungan dari pemerintah pusat, tentunya ini sia-sia saja, buktinya anggaran untuk pekerjaan di tahun 2010, belum dapat dipenuhi dan masih ada kekurangan sebesar Rp1,4 triliun," ujar Fadly. ****