Puluhan Omak-Omak di Sergai Demo Galian C

>>mad, sergai
   Puluhan omak-omak bersama anak-anak mereka yang berdomisili di Desa Manggis, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melakukan unjuk rasa untuk menghentikan proyek galian C, Minggu (28/11) pagi.
    Kedatangan omak-omak dengan berjalan kaki secara spontan membuat heboh disekitar proyek galian C milik Rusli selaku oknum Kepala Desa (Kades) Desa Manggis. Kesal melihat pekerja galian C tidak berada ditempat, puluhan omak-omak langsung kenaiki alat berat (beko) yang ada dilokasi sambil berteriak agar proyek galian C dibatalkan.
Melihat kedatangan omak-omak melakukan unjuk rasa sambil menaiki alat berat, membuat Rusli selaku Kades yang juga pemilik galian C marah-marah. "Turun kalian dari beko itu, itu bukan milik kalian, kalau rusak mau kalian bertanggung jawab," ujarnya sambil membentak omak-omak yang berada di atas beko.
Sifat arogan Rusli bukan hanya ditunjukkan kepada puluhan omak-omak yang melakukan unjuk rasa, namun beberapa wartawan media cetak dan elektronik yang sedang meliput menjadi sasaran kemarahannya.
"Ngapai kalian para wartawan menyuruh warga untuk unjuk rasa pada proyek galian C ini, pergi kalian jangan buat keributan disini," ujar Rusli sambil berlalu.
Sifat arogan Rusli membuat beberapa wartawan yang meliput aksi itu sempat kecewa,"Kami datang untuk meliput karena ada kabar warga untuk rasa, untuk itu kami mempertanyakan izin galian C, tetapi dia (Rusli-red) marah dan menuding kami yang mengerahkan warga untuk demo," ujar beberapa wartawan dengan kesal.
Aksi unjuk rasa itu berawal dari adanya janji Rusli selaku Kades kepada warga seputar kerusahakan jalan akibat truk pengangkut tanah merah dari desa mereka yang akan dibawa untuk penimbunan Bandara Kuala Namu.
Warga merasa kesal sebab sebelum ada galian C jalan mereka mulus, tapi setelah adanya pengorekan jalan mereka jadi rusak dan hancur. Rusli (Kades-red) sebelumnya berjanji akan memperbaiki jalan itu, tapi sampai kini justru mengabaikan, karena proyek galian C itu milik dia.
"Jalan desa kami bukan hanya rusak dan hancur, namun setiap hari hujan, jalan penuh lumpur dari tanah yang berasal dari truk-truk yang melintas membawa tanah,sehingga anak kami yang mau sekolah sangat terganggu ," ujar Ida warga sekitar.
Camat Serba Jadi Kaharuddin dihubungi wartawan langsung turun ke lapangan dan mendinginkan suasana yang sempat memanas akibat sifat arogan Rusli. Pada warga Kaharudin berjanji akan menyetop galian C yang tidak ada izinnya.
"Kita akan hentikan pengorekan galian C ini, selain merusak jalan juga galian ini tidak memiliki izin, sehingga kita akan hentikan pengorekan ini," ujarnya pada warga.
Sifat arogan yang ditunjukkan Rusli selaku Kades dinilai tidak sepantasnya apalagi ditunjukkan kepada warga dan juga wartawan yang sedang menjalankan tugasnya untuk meliput berita. ***