>>nida, medan
Kota Medan pada Mei 2010 mendatang bakal menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sejumlah figure dari berbagai kalangan mencuat, siap meramaikan bursa bakal calon (Balon) walikota.
Menurut Ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Sumut, Zulkifli Husein, Medan lebih pas jika dipimpin kalangan birokrat, karena sudah memiliki kemampuan untuk menguasai system dan birokrasi yang ada di Pemko Medan.
"Figurnya, ya terserah siapa saja. Namun secara pribadi sebagai mantan anggota DPRD Medan saya merasa tokoh dari kalangan birokrat yang sangat pantas memimpin Kota Medan," ujarnya kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (1/12).
Menurut Zulkifli, dengan kondisi Kota Medan yang memiliki banyak masalah seperti sekarang. Maka untuk mengatasinya, sangat perlu dipimpin oleh tokoh yang betul-betul memahami Kota Medan dan mampu bekerjasama dengan kalangan yang ada di Pemko Medan. Dimana tokoh seperti itu paling tepat berasal dari kalangan birokrat.
"Jika bisa dibilang, Kota Medan ini ibarat orang sakit. Jadi harus betul-betul ditangani oleh orang yang paham dengan kondisi Kota Medan dan bisa bekerjasama dengan jajaran di bawah," terangnya.
Karena jika tidak dari kalangan birokrat yang sudah betul-betul paham dan mampu bekerjasama dengan jajaran dibawahnya. Maka takutnya apa yang menjadi visi-misi walikota terpilih nantinya tidak akan mampu terealisasi dengan baik. Maka yang akan dirugikan adalah masyarakat.
"Buktinya saja Abdillah, beliau merupakan tokoh yang tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Tapi karena kurang mampu bekerjasama dengan kalangan dibawahnya, maka apa yang diprogramkan jadi tertunda. Bahkan beliau samapai dituduh krupsi, dan jika dilihat lagi, sebenarnya sulit untuk dibuktikan kebenaran tuduhan itukan," terangnya.
Jadi, dengan kondisi Kota Medan saat ini. Tidak hanya membutuhkan tokoh yang mampu menampung semua aspirasi masyarakat, tapi juga mampu bekerjasaam dengan baik dengan jajaran dibawahnya.
Selain itu, pada pilkada mendatang masyarakat sebaiknya juga tidak mengunakan sistem coba-coba dalam menentukan pilihan. Misalnya memilih hanya karena kedekatan emosional, suku, agama dan hal lainnya. Tapi juga harus mampu memilih secara tepat. Karena jika salah memilih, dampaknya akan jauh kedepan.
"Untuk memipin Kota Medan kedepan, juga tidak boleh hanya dari tokoh yang cari popularitas saja. Tapi yang mampu memberikan solusi pada masyarakat. Karena kalau tokoh yang dipilih hanya sebatas cari popularitas saja, maka pasti akan ada masalah baru yang akan timbul," paparnya. ***