November 2009, Sumut Deflasi 0,52 Persen

>>luqman, medan
    Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mendata selama bulan November 2009 lalu, Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar 0,52 persen.
    Daerah yang terkena deflasi di Sumut antara lain Medan , Pematang Siantar, Sibolga dan Padangsidempuan. Dimana berdasarkan deflasi Medan sebesar 0,57 persen, Pematang Siantar sebesar 0,44 persen, Sibolga sebesar 0,36 persen dan Padang Sidempuan sebesar 0,14 persen, hal ini disampaikan dalam temu pers yang disampaikan Kepala BPS Sumut, Drs.Alimuddin Sidabalok, MBA kepada wartawan, Selasa (1/12)
   Akibat adanya, infliasi tersebut ini berakibat pada tingkat inflasi Kumulatif selama Januari hingga November 2009, pada empat kawasan tersebut dirincikan inflasi di Medan sebesar 1,93 persen, Pematang Siantar 3,27 persen, Sibolga 2,32 persen dan Padang Sidempuan 2,04 persen, sedangkan secara Agregat inflasi Sumatera Utara adalah 2,08 persen. Sedangkan, beberapa faktor terjadinya Deflasi di Sumatera Utara antara lain, Cabai Merah, Tarif Angkutan Udara, daging ayam ras, ikna dencis, kentang, ikan Tongkol, telur ayam, Kerang, dan ikan gembung.
Sementara itu untuk kawasan Pulau Sumatera ada 11 kota yang mengalami deflasi. Dimana deflasi terbesar terjadi di Bengkulu sebesar 0,83 persen dan deflasi terendah terjadi dikawasan Pekan Baru sebesar 0,03 persen. Sedangkan lima kota lain di Pulau Sumatera antara lain Banda Aceh sebesar 0,45 persen dan inflasi terendah terjadi di Palembang sebesar 0,07 persen.
Bila diperhitungkan berdasarkan IHK di Indonesia ada 26 kota yang mengalami Deflasi, dimana deflasi terbesar dikota Singkawang sebesar 1,41 persen dan terendah di Sukabumi seebsar 0,01 persen. Sedangkan 40 kota lainnya mengalami inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,27 persen dan terendah di Cirebon dan cilegon sebesar 0.001 persen.***