Ekspor dari Hasil Perkebunan di Sumut Meningkat

>>luqman, medan
   Badan Pusat Statistic (BPS) Sumut mencatat adanya peningkatan eskpor di Sumatera Utara yang berasal dari hasil perkebunan.
   Ini dilihat dari periode Oktober 2009, ekspor Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 26.65 persen, jika hasil ini dibandingkan dengan pencapaian ekspor September 2009.
   Peningkatan ini dinilai dari hasil pendapatan yang diperoleh dari US$ 435,26 Juta pada September 2009 ke Angka US$ 551,26 Juta pada Oktober 2009, bila dibandingkan pada Oktober 2009 dengan Oktober 2008 terjadi penurunan sebesar 16,15 persen.
Dari sepuluh sektor golongan ekspor utama pada bulan Oktober 2009 terjadi pada golongan barang kakao dan coklat sebesar 127,34 persen, sedangkan penurunan ekspor terjadi pada golongan aluminium yaitu sebesar 13,09 persen. Ini dikatakan Kepala BPS Sumut, Drs. Alimuddin Sidabalok, MBA kepada wartawan, Selasa (1/12).
Sedangkan jumlah ekspor dari Sumut ke beberapa mancanegara adalah Italia naik sebesar 183,99 persen, Singapura 66,68 persen, Amerika Serikat 64,09 persen, China 48,25 persen, Malaysia 34,70 persen, Jepang sebesar 23,41 persen, dan balanda sebesar 7,69 persen dan penurunan ekspor terjadi dengan tujuan India sebesar 27,30 persen.
Begitu juga nilai import SUmatera Utara pada Oktober 2009 mencapai US$ 206,97 Juta, atau naik sebesar 15,16 persen dari nilai import September 2009, namun kalau dibandingkan dari tahun sebelumnya terjadi penurunan sebesar 36.52 persen, yaitu dari US$ 326,07 Juta pada Oktober 2008 menjadi US$ menjadi 206,97 Juta pada Oktober 2009. ***