Senin, 7 Desember 2009 - 20:08 WIB - admin
>>partono, medan
DPRD Sumut mendukung penuh gerakan sosial 9 Desember yang dilakukan 33 provinsi di Indonesia, yang bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia. Langkah ini menurut dewan merupakan gerakan moral semata, sehingga Presiden Soesilo Bambang Yudhono tidak perlu merasa cemas secara berlebihan.
"Gerakan moral itu penting sebagai salahsatu masukan atau kritisi bagi pemerintah, jadi saya kira tidak ada indikasi lain dari gerakan itu," ujar anggota Komisi A Sudirman Halawa SH, Senin (7/12).
Penegasan ini disampaikan anggota dewan dari fraksi Partai Golkar itu menyikap pernyataan SBY di Jakarta hari Minggu (6/12). Dalam sebuah pernyataannya SBY mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan peringatan Hari Antikorupsi Dunia pada 9 Desember 2009 untuk menggelar gerakan sosial bermotif kepentingan politik.
Kelompok penggerak aksi itu disebut-sebut adalah Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, yang akan turun di jalan-jalan secara serentak di 33 provinsi, 400-an kabupaten/kota, dengan beragam acara, dari aksi, diskusi, sampai pembacaan puisi.
Menanggapi rencana aksi ini, anggota DPRD Sumut Sudirman Halawa mengingatkan bahwa semua pihak harus mengedepankan hukum sebagai panglima, bukan politik. "Jadi semua harus tunduk pada hukum," ujar politisi asal pemilihan Nias ini.
"Jangan karena ada nuansa kepentingan, kita melegalkan segala cara. Nanti bisa kacau, bahkan bisa saja terjadi kudeta," jelasnya.
Menyinggung tentang kekhawatiran SBY, Sudirman mengatakan itu tidak perlu dicemaskan secara berlebihan. "Saya kira masyarakat sudah dewasa berpolitik, sudah tahu membedakan mana yang salah dan benar, sehingga kecil kemungkinan terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti pada rezim orde baru atau munculnya era reformasi," sambung Sudirman.
Kecemasan itu pun tidak perlu dibesar-besarkan, karena menurut Sudirman, parlemen saat ini sudah dikuasai Partai Demokrat [PD], dan partai besar lainnya. "Ada dukungan politis tentu, sehingga saya kira SBY yang juga ketua dewan pembina PD sudah dapat mengantisipasi dan sudah tahu apa yang akan terjadi," pungkasnya. ***