Peringatan Hipenca 2009

Perkuat Komitmen Kepedulian untuk Penyandang Cacat

>>imbc, medan
    Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) diharapkan menjadi momentum bagi semua elemen masyarakat untuk melakukan refleksi tentang apa saja yang telah diperbuat untuk para penyandang cacat.Termasuk komitmen untuk membangun kepedulian bagi perwujudan kesetaraan dan kesejahteraan penyandang cacat.
    Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Syamsul Arifin SE dalam acara peringatan Hipenca Provsu tahun 2009, Rabu (11/12) di Aula Martabe Kantor Gubsu Medan. "Banyak aspek yang perlu kita cermati dalam upaya mengangkat harkat dan martabat masyarakat penyandang cacat, termasuk dalam bidang pendidikan," ujarnya.
    Menurutnya, saat ini pendidikan bukan hanya dipandang sebagai hak istimewa sebagian masyarakat, tetapi merupakan hak untuk semua orang. Ini sesuai dengan visi dan misi Gubsu agar rakyat tidak bodoh. Juga tertuang dalam Deklarasi Hak Azasi Manusia tahun 1948 yang menyatakan pendidikan adalah hak manusia yang paling mendasar.
   "Tanpa adanya pendidikan yang baik, para penyandang cacat tidak akan mudah untuk meningkatkan taraf hidupnya," ujarnya.
   Dalam kesempatan itu, Gubsu juga mengharapkan kepada dunia usaha, BUMN dan BUMD serta perusahaan yang telah meraih sukses di Sumut agar benar-benar memperhatikan penyandang cacat dan dapat memberikan sesempatan kerja bagi penyandang cacat yang mempuanyai kemampuan, pengetahuan, keterampilan di perusahaan tersebut.
   "Pada kesempatan ini, Pemprovsu juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah memiliki kepedulian dan perhatian terhadap penyandang cacat semoga pengabdian ini dapat lebih di tingkatkan di masa mendatang," ujarnya.
    Dalam acara yang dihadiri puluhan penyandang cacat tersebut juga diserahkan bantuan kursi roda kepada penyandang cacat dan bantuan stimulan maupun alat bantu lainnya agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Juga dilaksanakan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan bagi penyandang cacat yang hadir.
   Gubsu juga mengisyaratkan para pengusaha maupun pihak perbankan memberikan akses kepada para penyandang cacat untuk memperoleh permodalan. Termasuk kredit lunak dan pinjaman tanpa agunan.
Karena menurutnya sebenarnya para penyandang cacat tidak mengharapkan belas kasihan. "Mereka hanya menginginkan pelayanan yang memadai untuk mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya," ujarnya.
"Marilah kita mengikutsertakan para penyandang cacat dan bekerjasama dengan mereka dalam setiap pembangunan sehingga akan terjalin hubungan yang harmonis saling menguntungkan kedua belah pihak. Penyandang cacat adalah sebagai anak bangsa yang sama haknya dengan masyarakat lainnya," ujarnya. ***