Rabu, 9 Desember 2009 - 19:13 WIB - admin
>>mad, medan
Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Bengkok Jalan Pancing Medan, Rabu (9/12) digusur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Medan. Penggusuran dilakukan demi penataan terminal angkutan kota (Angkot) Williem Iskandar.
Kedatangan puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemko Medan bersama belasan anggota Dinas Perhubungan dan Dinas Pasar Medan dengan membawa 1 unit alat berat ke lokasi, membuat puluhan pedagang yang setiap hari berjualan disekitar terminal terlihat sibuk mengemasi barang dagangan mereka.
Tidak ada perusakan maupun pembongkaran dilakukan para Satpol-PP, karena para pedagang membongkar sendiri tempat dagangan mereka, setelah lokasi terminal bersih dari tempat jualan PKL, kemudian alat berat langsung meratakan tanah terminal.
Menurut penuturan para PKL, bahwa yang dilakukan Pemko Medan adalah semata-mata untuk menggusur PKL yang sudah puluhan tahun berdagang bukan untuk mentata terminal Wiliam Iskandar.
"Saya sudah 18 tahun bergadang disini dan tidak menggangu angkot yang masuk terminal, karena sebagian angkot malah parkir didepan terminal tepatnya di Jalan Pancing untuk mengambil sewa," ujar Ida boru Tambunan (50) warga Perumnas Mandala.
Sedangkan L Sirait menuturkan, bahwa surat yang diberikan kepada para PKL adalah surat dari kepala terminal Williem Iskandar dengan nomor 016/TWI/XI/09 tertanggal 30 November 2009 yang ditanda tangani kepala terminal M Syahruddin Harahap ST.
Mereka akan bertahan di tempat tersebut karena surat yang ditujukan kepada pedagang untuk menataan terminal sehingga pedagang harus memindahkan tempat jualan bukan dari Dinas Pasar melainkan dari Kepala terminal.
"Kalau kami disuruh pindah, kemana lagi kami harus jualan untuk memberi makan anak kami yang sekolah, untuk itu kami akan bertahan untuk jualan kembali dan besok kami akan ke DPRD untuk mempertanyakan nasib kami"ujarnya.
Kasatpol-PP Kota Medan Musadad pada imbc di lokasi mengatakan, yang dilakukan Pemko Medan membersihkan areal terminal Williem Iskandar yang berada di Pasar Bengkok Medan guna menata kembali terminal agar lebih baik.
"Tidak benar kita gusur PKL yang berjualan di areal terminal, tapi mereka yang membongkar sendiri lapak dagangan mereka, karena sebelumnya sudah diberikan surat akan ada penataan terminal,"ujar Musadad. ***