Kartu Kredit Bagi Remaja

imbc/pc
  Sudahkah Anda membicarakan perihal kartu kredit dengan anak-anak? Bila belum, sebaiknya Anda mulai mendiskusikannya. Walau remaja masih belum memiliki track record dan sedikit atau tidak memiliki pemasukan regular, perusahaan yang mengeluarkan kartu kredit tetap menargetkan mereka sebagai pemilik baru.

Bila anak remaja Anda gagal membayar tagiahan minimum bulanan yang diharuskan, Anda sebagai orang tua seperti halnya orang tua lainnya harus mengambil keputusan yang berat yaitu membayar lunas atau mencicil tagihan anak remaja Anda.

Apa yang menyebabakan trend kartu kredit berkembang di pasar remaja? Ada beberapa hal yang perusahaan kartu kredit ketahui mengenai pasar anak-anak muda (remaja) dan sudah seharusnya anda sebagai orang tua mengetahuinya.

1. Loyalitas. Pasar kartu kredit bagi orang dewasa semakin tinggi kompetisinya. Dan kebanyakan dari mereka tetap loyal terhadap kartu kredit yang dimilikinya sejak awal, walau dengan berbagai penawaran keuntungan tambahan. Dengan menargetkan pasar remaja, perusahaan mendapatkan nasabah yang lebih muda dan berharap tetap menjadi nasabah sampai mereka mulai bekerja.

2. Persyaratan yang lebih mudah bagi remaja. Dibandingkan dengan orang dewasa yang bekerja, anak remaja akan lebih dipermudah dalam persyaratan kepemilikan kartu kredit. Mengapa? Para perusahaan tersebut memahami bahwa sebagai besar orang tua "setelah membayar biaya kuliah yang mahal"akan membayar hutang kartu kredit yang dimiliki oleh anak-anak remajanya. Walau Anda memiliki pilihan untuk tidak membayarnya, namun dengan tidak membayar lunas hutang kartu kredit anaknya akan mengakibatkan kesulitan bagi anak tersebut di masa datang untuk memperoleh kredit misalkna untuk pembelian mobil atau rumahnya.

3. Remaja mudah terbuai dengan hadiah. Terkadang hanya dengan hadiah kecil seperti kaos atau mug, klien remaja terbujuk untuk mengisi formulir pendaftaran kepemilikan kartu kredit.

4. Remaja terkadang masih kurang tanggung jawabnya dalam hal prilaku keuangan. Dalam hal ini terkadang karena kurangnya pengetahuan dan kebiasaan keuangan yang baik, keuangan remaja bisa saja runtuh. Belanja berlebihan, walau membayar tagihan tepa waktu tapi hanya minimum pembayaran, tanpa disadari saldo hutang kartu kreditnya akan meningkat drastis dalam tahun-tahun mendatang.

5. Sampai saat masih sedikit sekali sekolah yang mengajarkan tentang keuangan personal khususnya kartu kredit. Bila Anda tidak mengajarkan dan memperkenalkan keuangan personal atau yang lebih khusus lagi kartu kredit maka Anda akan melihat bahwa anak Anda mungkin akan belajar dari promosi atau iklan yang mungkin menyesatkan. Sekolah sampai saat ini masih belum bisa di harapkan untuk dapat terlibat dalam pembelajaran keuanga personal.

Jadi apa yang harus dilakukan Anda sebagai orang tua? Kebanyakan orang tua bingung apa yang harus dikatakan atau didiskusikan dengan anak-anak remajanya mengenai kartu kredit. Untuk itu dalam pembahsan berikut akan kita lihat aspek apa saja yang sebaiknya diinformasikan kepada mereka.

Bila saat ini anak remaja Anda sudah terlilit huatng kartu kredit, akan lebih baik bila anda menyelesaikannya dan memberikan informasi yang jelas mengenai hal tersebut. Akan lebih baik bila anda melunasinya sekali dan membangun prilaku dan pandangan baru kepada anak Anda seputar kartu kredit. ***