Jumat, 11 Desember 2009 - 21:16 WIB - admin
>>riadi, tebing tinggi
Warga Kota Tebingtinggi digegerkan dengan temuan sesosok mayat dengan kondisi mengenaskan, tubuh korban hangus terbakar dengan tangan terikat kawat di sebuah ladang ubi di kawasan Jalan KF Tandean Tebingtinggi, Jumat (11/12).
Saksi mata yang pertama sekali melihat mayat gosong tersebut adalah seorang murid SD yang seperti biasanya melintas di areal ladang ubi, dekat lokasi mayat ditemukan berkisar 4 meter dari jalan melintas warga sekitar bersebelahan dengan ladang ubi tersebut. Kontan saja murid SD yang melihat mayat tersebut langsung menjerit "Ada Mayat", sehingga menjadi perhatian sebahagian warga dan langsung melihat lokasi.
Sesampainya warga di tempat kejadian, langsung saja warga sekitar geger melihat sesosok mayat gosong dalam keadaan telungkup dan kedua tangan terikat menghadap kedepan dengan sebuah kawat. Begitu mendapatkan berita gempar tesebut, masyarakat langsung menghubungi petugas dan melakukan olah TKP dan memasang police line.
Dalam indentifikasi awal, di TKP ditemukan banyak bercak darah bersama barang bukti lainnya bekas botol minuman mineral serta minyak tanah yang dikuyur ke tubuh korban. Pihak berwajib sempat kewalahan namun setelah informasi ini menyebar dari mulut ke mulut.
Warga yang digemparkan dengan penemuan sesosok mayat lelaki dalam keadaan hangus terbakar. Menurut pengakuan warga yang mengaku bernama Eva dan Agus yang menyaksikan mayat tersebut, bahwa sesosok mayat yang ditemukan wajahnya mirip dengan teman mereka, bernama Ali yang memiliki nama sebenarnya M. Ali Burhan Lubis alias Ali Martin (33) warga Jl. Sudirman Depan Ramayana Dept. Store.
Sosok mayat tersebut katanya sangat persis dengan teman mereka yang selama ini merupakan kawan dekat mereka berdua, bahkan sering main-main ke rumah mereka Mendengar keterangan warga tersebut, langsung saja petugas meluncur kerumah keluarganya untuk memastikan kebenaran indentitas sosok mayat tersebut
"Warga sempat kebingungan sebab korban bukan warga sekitar TKP, dan tidak mengetahui identitas mayat yang ditemukan. Korban dikenal sebagai penyiar radio swasta Kota Tebingtinggi yang juga dikenal sebagai seorang biduan organ tunggal (key board) bernama Muhammad Ali Burhan Lubis yang akrab dipanggil "Ali Martin" warga Jalan Sudirman Tebingtinggi," ujar Baharuddin Tanjung yang didampingi Kepala Lingkungan.
Hasil Outopsi dari Tim Forensik di RS Bhayangkari belum keluar, namun menurut petugas yang memandikan korban di RS mengatakan bahwa di beberapa bagian tubuh korban ada ditemukan luka robek dan koyak seperti terkena senjata tajam, luka dahi sebelah kanan dan luka di belakang leher.
Selain itu dari tubuh korban tercium jelas aroma minyak tanah. Rencananya pihak RS Bhayangkari guna menindak lanjuti outopsi tersebut korban akan dibawa ke salah satu rumkit di Kota Pematang Siantar, dikarenakan kurang memadai peralatan di RS Bhayangkari.
Bila melihat kondisi mayat yang ditemukan tersebut, menurut sebuah sumber di kepolisian menyebutkan dugaan sementara korban dianiaya terlebih dahulu, sebelum dibakar, sebab korban ditemukan kedua tangannya dalam keadaan terikat dengan kawat, tangan yang terikat tersebut menghadap ke muka. Namun entah siapa dan berapa orang pelakunya belum bisa dipastikan, karena hingga berita ini diterbitkan masih dalam penyelidikan petugas.
"Besar kemungkinan korban terlebih dahulu dianiaya pelaku yang kemudian untuk menghilangkan jejak melakukan pembakaran terhadap tubuh korban," tegas Kapolsek Rambutan, AKP John S Purba.
Istri korban, Evi (30) mengatakan kepada wartawan bahwa pada Kamis (10/12) malam suaminya pamitan katanya ada panggilan telefon untuk bernyanyi di Paya Lombang Kec.Sergei di pesta perkawinan.
"Namun setelah itu tidak ada kabar lagi, kami hubungi tengah malam melalui HP nya pun terus tidak aktif, tiba-tiba Jumat (11/12) pagi sekira pukul jam 09.00 WIB baru dapat kabar dari kepolisian menanyakan apa benar ibu adalah istri dari Ali dan langsung mengatakan bahwa yang terbunuh tersebut adalah suami saya, tidak ada tanda dan firasat apapun sebelum kepergiannya," katanya sambil terisak-isak.
Pimpinan radio DIS FM, Hardi Nainggolan kepada wartwan mengaku, bahwa korban pada Kamis malam, masih melakukan siaran khusus yang ditanganinya menayangkan "Album Dangdut". Setelah usai menjalankan tugasnya, dirinya berpamitan dan mengaku dipanggil untuk menyanyi di sebuah pementasan keyboard, korban berangkat dengan mengenderai sepeda motor.
Korban, Ali Martin meninggalkan seorang isteri dan dua puteri yang masih balita, bernama Bebi (4) dan bayi berusia 10 bulan. Mertua korban, Sudarman (50) warga Sergai berharap pihak kepolisian dapat menangkap pelaku dan penegak hukum menghukum sesuai perlakukannya. ***