Anak ’Ajaib’ di Labuhanbatu Jadi Perbincangan

>>zainul, sennah
    Seorang 'anak ajaib' kini menjadi perbincangan di Desa Sennah, Kabupaten Labuhanbatu. Ahmad Hidayat, bocah umur 4 tahun memiliki tinggi badan mencapai kisaran satu meter dan berat badan sekitar 30 Kg, suatu ukuran tubuh yang lazimnya dimiliki orang dewasa.
    Selain itu, tak hanya tinggi dan berat badanya saja yang terlihat seperti orang dewasa, bocah kelahiran 31 Mei 2005 itu juga memiliki kelamin yang ukurannya seperti orang dewasa.
   Menurut Bustami, ayah Ahmad Hidayat, Minggu (13/12)di Desa Sennah Kabupaten Labuhanbatu, perkembangan tubuh Hidayat yang biasa disapa Dayat ini, sejak lahir masih normal. Namun menjelang usia 2 tahun semua jadi berubah. "Pada satu malam Dayat menangis dan meminta minum, kami selaku orang tua memberinya air satu gelas kecil, tangis Dayat tak berhenti dia minta minum lagi. Malam itu dayat minum air putih tiga gelas, tak seperti biasa," kenang Bustami.
    Sejak itulah nafsu makannya bertambah, kalau dituruti bisa setiap jam dia minta makan. Dan makanan yang dicampur dengan kecap merupakan makan yang digemarinya. "Kalau sudah pakai kecap, bisa dihabiskanya sampai lima piring ukuran orang dewasa," tutur Bustami.
    Ketika ditanyakan apa masalah itu sudah pernah diperiksakan pada tim medis, seingat Bustami tahun 2007 dia pernah membawa anaknya ke dokter di Puskesmas, namun tidak ada masalah.
Melihat keadaan anaknya yang sudah seperti orang dewasa, dimana tubuhnya sudah berotot sangatlah merisaukan. "Maaf pak, alat kelaminnya sudah seperti orang dewasa," katanya berbisik pada imbc.
    Ketika ditanyakan seputar pertumbuhan bayi berusia empat tahun itu, Dokter Tigor Panusunan Siregar mengatakan ada kelenjar di bagian otak Hidayat. "Saya terkejut kenapa ini luput dari pantuan Dinas Kesehatan Labuhanbatu. Saya harap ada perhatian khusus buat Ahmad Hidayat, karena pertumbuhananya diluar bayi normal," ungkap Tigor yang hadir di Desa Sennah untuk memberikan bantuan bagi korban banjir termasuk orang tua Ahmad Hidayat. Diharapkannya, agar orang tua dayat segera merujuk kerumah Sakit Umum Rantauprapat.
   Selaku orang tua Bustami mengharapkan agar pemerintah membantu menangani penyakit aneh anaknya. Kami tak punya uang untuk memeriksakan anak kami yang tumbuh bak "raksasa kecil" di usia yang masih balita. ***