MUI Sumut Himpun Gerakan Rp1000 Dana Abadi Ummat

>>imbc, medan
  Menyambut Tahun Baru Islam 1431 Hijriyah, Gubsu H Syamsul Arifin SE dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut mengimbau umat Islam menjadikan momentum ini untuk lebih mempertebal dan memperkokoh keimanan.
   Selain itu ummat Islam juga diimbau untuk ikut lebih menjaga atau membentengi diri dari ajaran sesat dan lagi menyesatkan yang dewasa ini terindikasi banyak berkembang di berbagai daerah.
Saat menerima fungsionaris MUI Sumut yang dipimpin ketua umumnya Prof DR H Abdullah Syah MA, Rabu (16/12) kemarin Gubsu H Syamsul Arifin SE juga menyerukan ummat Islam lebih memperkokoh Ukhuwah Islamiyah bersifat strategis dan produktif.
    "Ummat Islam juga hendaklah berusaha semaksimal mungkin meningkatkan ekonomi ummat melalui kegiatan-kegiatan ekonomi yang Islami," ujarnya pada dialog yang juga dihadiri Ketua IPHI Sumut dan Gubsu didampingi Assisten Hukkesos Drs H Asrin Naim dan Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP.
    Sementara itu Ketua Umum MUI Sumut Prof DR H Abdullah Syah MA pada acara Silaturrahmi di Aula Kantor MUI Sumut kemarin yang dihadiri antara lain Kadis Kominfo Sumut Drs H Eddy Syofian MAP juga menyerukan Ummat Islam agar menyemarakkan dengan penuh kekhusukan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan bernuansa ke-Islaman.
    Kegiatan dimaksud, seperti bertaubat, berzikir, berdoa, tablik akbar dan memasang sepanduk yang bertemakan memyambut dan membesarkan peringatan 1 Muharram sebagai tahun baru Islam.
"Mari sambut tahun baru Islam dengan kegiatan syiar Islam, perbanyak zikir, bertobat, berdoa dan berlomba-lomba berbuat baik. Insya Allah kita diberkahi Allah SWT hingga setahun ke depan," ujar Abdullah Syah.
Ketua Umum MUI Sumut juga mengajak umat Islam menjadikan, 1 Muharram 1431 H sebagai momentum mengevaluasi dan mengintropeksi diri terhadap prilaku dan perbuatan selama setahun sebelumnya. "Mari kita tinggalkan perbuatan batil, yang hak mari kita kembangkan," ucap Abdullah Syah.
Guru besar IAIN Sumut ini menjelaskan, bahwa bulan Muharram merupakan salah satu bulan mulia bagi umat Islam setelah Ramadhan. Karenanya umat mesti bersyukur, bahwa di awal bulan dimulai dengan bulan mulia tersebut. "Di awal bulan dibuka dengan bulan mulia, ditutup juga dengan bulan mulia, yakni bulan Dzulhijjah," jelas Abdullah Syah.
   Sementara itu dalam surat edaran berupa seruan yang dikeluarkan MUI Sumut tertanggal, 14 Desember 2009 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Sumut, Prof DR H Abdullah Syah dan Sekretaris Umum MUI Sumut, DR H Hasan Bakti Nasution, MA juga diserukan kepada umat Islam menjadikan peringatan 1 Muharram 1431 H sebagai sarana untuk memperkokoh keimanan dan komitmen pengalaman seluruh rangkaian ajaran Islam sehingga lebih berdaya dalam kehidupan keseharian.
   Berikutnya menjadikan 1 Muharram sebagai sarana memperkokoh ukhuwah Islamiyah dengan mengesampingkan adanya perbedaan pemahaman. "Mari sebarluaskan gerakan tahun Baru Islam 1431 Hijriyah sebagai tahun peningkatan kebangkitan pengamalan ajaran Agama," sebut Abdullah Syah.
   Selain itu, MUI juga minta umat menghindari berbagai penyakit sosial seperti judi, narkoba, prostitusi dan lainnya. Umat Islam juga diajak berusaha maksimal meningkatkan ekonomi umat lewat kegiatan-kegiatan ekonomi Islami. Juga diserukan agar ummat Islam menjadikan 1 Muharram 1431 H sebagai momentum melaksanakan gerakan Rp 1000 (seribu rupiah) dalam rangka menghimpun dana abadi umat.
Gubernur Sumut diwakili Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Eddy Syofian juga mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam 1431 H yang jatuh pada, Jumat (18/12) sebagai momentum perubahan dari yang tidak baik menjadi baik. Dia juga minta kepada MUI dalam menyambut tahun baru hijriyah dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat. "Mari kita koreksi, perbaiki dan evaluasi hal-hal yang kurang baik," sebut Eddy.
Pada kesempatan itu, Eddy mewakili Gubsu juga meminta kepada para ulama agar selalu mengingatkan para umarah (pemimpin). Harapannya, para umarah dalam menjalankan tugas pemerintahan tetap dalam koredor dan aturan yang ada. "Ingatkan kami jika lari dari jalur. Mari saling menjaga hubungan baik. Dan hindari saling curiga mencurigai antara ulama dan umarah. Apalagi MUI sebagai wadah dan tempat berhimpunya berbagai organisasi ke-Islaman," tukas Eddy.
Tablik Akbar dan Silaturrahmi Ulama
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Besar Ke-Islaman 1431 H, H Maratua Simanjuntak mengatakan, dalam menyambut Tahun Baru Islam 1431 H, akan digelar sejumlah kegiatan di Kota Medan. Diantara kegiatan dimaksud, yakni Silaturrahmi Umat Islam se-Sumatera.
Katanya hadir dalam acara silaturrahmi umat Islam se-Sumatera yang direncanakan di pusatkan di Asrama Haji Medan, 4-6 Januari 2010 yakni Menteri Agama (Menag) RI, Surya Dharma Ali, Menteri Sosial RI Salim Assegaf Al-Jufri dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar.
Selain itu, sebut Maratua, acara juga akan dihadiri pengurus MUI se-Sumatera, Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama (Kakanwil Depag) se-Sumatera dan para tokoh Islam lainnya.
Kemudian pada, 4 Januari 2010, lanjut Maratua, panitia juga akan menggelar Tablik Akbar di Lapangan Merdeka Medan dirangkai dengan acara pembukaan silaturrahmi ulama se-Sumatera. Masih dalam kaitannya menyemarakan tahun baru Islam, pada 20 Desember 2009 mendatang, akan digelar kegiatan Gerak Jalan Santai dimulai di Lapangan Merdeka Medan.
Gerak jalan santai yang nantinya dilepas Pj Wali Kota Medan Rahudman Harahap akan diikuti ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat, seperti dari MUI, Ormas Islam, organisasi remaja Islam, Mahasiswa, pelajar, TNI/Polri dan masyarakat Medan dan Sumut lainnya. "Gerak jalan santai sambut tahun baru Islam ini berbeda dengan gerak jalan biasa, gerak jalan ini lebih bernuansa Islami, dan ada pemberian hadiah melaksanakan Ibadah Umrah," jelas Maratua. ***