21 Korban Gedung Nasional yang Ambruk Kembali ke Rumah

>>imbc, medan
    Sebanyak 21 korban ambruknya Plafon Gedung Nasional Tanjungpura di Kabupaten Langkat, Selasa (29/12), sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Sementara 22 lainnya masih mendapat perawatan intensif di RS Daerah Tanjungpura.
   Insiden ambruknya Plafon Gedung Nasional Tanjungpura ini sebelumnya terjadi Senin (29/12) malam sekitar pukul 20.30 WIB, saat peserta ketiga Festifal Lagu-lagu Daerah tengah tampil membawakan lagu.
    Fadliansyah (26) Penduduk Desa Balai Gajah Kecamatan Tanjungpura, salah satu korban yang ditemui di RS Tanjungpura mengatakan, saat itu dirinya sedang menikmati alunan lagu "Anak Medan" yang dibawakan Rinanti, salah seorang peserta festival.
   Setahu bagaimana, bagaikan suara gemuruh hujan, plafon yang ada diatas gedung tersebut rubuh, yang menyebabkan kayu, genteng, yang ada langsung mengantam kepalanya, sehingga dirinya ambruk dan tidak sadarkan diri.
    "Setelah sadar saya baru tau, saya sudah beraa di rumah sakit. Ambruknya plafon tersebut secara tba-tiba," ujarnya menjelaskan, sambil menunjukkan luka jahitan yang ada di jidatnya, tangan dan punggungnya.
Demikian juga dengan temannya satu kamar Arifin (30) penduduk Kebun Kelapa Secanggang, juga kena dijidatnya dan mendapatkan beberapa jahitan, saat genteng dan kayu-kayu penyangganya berjatuhan, ungkapnya pula.
Sementara itu Lasmauli Hasibuan (34) penduduk Jalan Khairil Anwar, menceritakan pada saat kejadian dirinya sedang menyaksikan peserta festival membawakan lagu-lagu, sambil menggendong anaknya, serta dua anak lainya.
   Tiba-tiba kayu berjatuhan termasuk gentengnya, ia coba menyelamatkan dirinya, namun broti menghantam kepala bahagian belakang, sehingga dirinya ambruk. Namun ia cepat bangkit, sambil sambil darah segar brcucuran dari kepalanya.
   "Dipaksanya dirinya bangkit sambil menggendong anaknya, dan langsung menyetop becak, untuk membawanya ke RS Tanjungpura. Disitu kepada para pwrawat dirinya meminta pertolongan sambil menjelaskan bakal banyak lagi korban yang akan datang," katanya.
   Mendengar itu, pihak perawat langsung bersiap-siap menunggu para korban lainnya, dan setelah dirinya mendapatkan pertolongan langsung dibawa ke kamar VIP, untuk segera mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
    Sementara itu pula Direktur RS Tanjungpura dr Agusnadi SPA yang ditemui di rumah sakit tersebut menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai pertolongan terhadap para korban. Baik itu korban yang berada di RS maupun korban yang mendapat pertolongan, tetapi bisa pulang, katanya.
    "Semua biaya perobatan para korban ini, akan ditanggulangi pihak Pemkab Langkat, dan itu langsung dikatakan Wakil Bupati, ketika mengunjungi para korban disaat kejadian,". Sedangkan mereka yang mengalami luka-luka parah, saat sekarang ini juga mendapat rongen lebih lanjut, untuk mengetahui seberapa parah penyakit mereka, ujarnya.
    Secara terpisah sekitar pukul 12.00 Wib, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu didampingi Ketua DPRD Rudi Hartono Bangun, dan unsur Muspida lainnya, seusai acara peringatan Hari Ibu ke 81, langsung meluncur ke RS Tanjungpura, untuk menyaksikan para korban, yang mendapat perawatan intensif disana.
Akibat kejadian ambruknya plafon gedung nasional Tanjungpura pelaksanaan festival lagu-lagu daerah ang ke 5 kalinya tersebut, akhirnya dibatalkan. Terlihat di dalam gedung puing-puing yang berserakan, dan masyarakat luas hilir mudik menyaksikan gedung tersebut. ***