Kinerja DPRD Binjai “Mengambang” Anggaran Pilkada Tak Terbahas

>> arma, binjai
          Kinerja DPRD Binjai terlihat "mengambang" sejak dilantik secara resmi 29 anggota dewan September 2009 lalu. Hal tersebut n disebebkan karena belum terbentuknya secara definitive Ketua DPRD yang hingga kini tidak memiliki kepastian yang jelas.
Pengamatan iMBC, Selasa (13/1) akibat permasalahan tersebut banyak persoalan yang menyangkut dengan aspirasi masyarakat terhambat dan dewan tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang notabene sebagai wakil rakyat tersebut berperan aktif melakukan pengawasan dan kelangsungan pembangunan.
Permasalahan belum terbentuknya pimpinan kolektif tersebut sebenarnya bukan lagi menjadi rahasia umum di tengah-tengah masyarakat Binjai yang disebabkan adanya kekisruhan di tubuh P Golkar Binjai di dalam menentukan keputusan pimpinan DPRD kolektif sebagai partai yang memiliki kursi terbanyak di dewan serta sejalan dengan UU No 27/2009 tentang susduk dewan.
Akibat terkatung-katungnya penentuan sikap tersebut banyak kendala yang terjadi dan bahkan Pilkada Binjai terancam ditunda dikarenakan DPRD belum melaksanakan pembahasan anggaran 2010. " kami tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan pembahasan, sebab panitia anggaran belum terbentuk akibat terganjal belum kolektifnya pimpinan DPRD " ujar Arjuli Indrawan SE Ak politisi FPKS itu.
Semuanya tidak dapat berjalan termasuk pengesahan APBD Binjai 2010 yang telah lewat masa waktu pembahasannya dan kami dewan (-read) tidak memilliki kewenangan penuh untuk melakukan pekerjaan yang melanggar ketentuan berlaku sebelum pimpinan kolektif terbentuk.
Ketika disingung menyangkut anggaran Pilkada yang seharusnya lewat pengesahan DPRD, Arjuli tidak bisa menjawab dengan arif dan sembari mengatakan, kita tidak tahu menahu tu.. Pak ?, persoalannya pangar saja belum terbentuk dan bagaimana kita akan membahas anggaran. pungkasnya. ***