>> mad, pematang siantar
Warga Pematang Siantar dihebohkan dengan ditemukannya 3 rumah warga yaitu milik Haidir Lubis (47), Zumadi (50) dan Juliani (50) yang berada di Gang Memori, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Kodya Pematang Siantar mendadak amblas.
Kejadian diketahui Sriyati istri dari Zumadi salah satu pemilik rumah pada saat dirinya hendak menyapu rumah pagi hari, dirinya terkejut melihat dinding beserta lantai rumahnya terdapat retak-retak halus.
Aku terkejut melihat dinding rumah dan lantai retak, tapi aku tak terlalu perduli, namun sekira pukul 15.00 WIB terjadi goncangan kuat didalam rumah membuat rumah saya retak dan amblas bagian tengah sampai belakang.
"Aku pikir ada gempa karena rumah goyang dan retak, aku bawa anak-anak keluar untuk menyelamatkan diri, sampai diluar kami terkejut karena hanya 3 rumah yang goyang dan retak,sedangkan rumah tegangga tidak terjadi apa-apa,"ujar Sri.
Akibat kejadian itu Sri bersama keluarganya diungsikan warga kerumah tetanggaa kerena rumah Sri rusak dan tanah amblas, namun sekira pukul 17.00 WIB kembali goncangan kuat membuat tanah pertapakan rumah Sri amblas sedalam 40 cm, sedangkan rumah Sri rusak bagian tengah sampai belakang dengan kondisi dinding retak dan lantai amblas.Rumah Haidir Lubis dan rumah juliani yang bersebelahan dengan rumah Sriyati juga turut rusak dsengan kondisi dinding retak dan lantai.
Namun anehnya yang mengalami goncangan dan kerusakan hanya rumah Haidir lubis, Zumadi dan Juliani, sedangkan rumah lainnya tiak merasakan hal yang aneh. Tidak jelas penyebab amblasnya 3 rumah tersebut, namun menurut beberapa warga salah satu pemilik rumah tersebut dulunya sangat kejam terhadap bapaknya yang tinggal saru rumah dengan mereka.
"Salah satu dari pemlik rumah yang rusak merupakan anak yang durhaka kepada orang tuanya,dulu bapak mereka tinggal dirumah yang rusak itu, setiap hari bapaknya selalu dimarahi, mungkin itu ajab dari Yang Maha Kuasa akibat durhaka kepada orang tua,maka hanya rumah mereka yang rusak"ujar beberapa warga.
Menurut keterangan Lurah sekitar Jasian Sinaga, kejadian itu mulai dirasakan warga pada Selasa (12/1) sekira pukul 04.30WIB, kemudian disusul goncangan pukul 15.00 WIB,"yang paling parah goncangan pada pukul 17.00 WIB membuat tanah amblas sekitar 40 cm sehingga rumah ketiga warga tersebut rusak parah,"ujarnya.
Pengakuan Fitri anak Juliani, sebelum kejadian dirinya bermimpi giginya goyang dan jatuh,"sebelum rumah kami rusak, aku mimpi gigi bagian atas goyang dan jatuh, aku tidak menyangka firasat mimpi gigi goyang dan jatuh itu menandakan rumah kami goyang dan rusak,"ujarnya.
Sedangkan Seriati merupakan keluarga dari Sriyati sebelum kejadian dirinya juga mengalami mimpi, namun mimpinya berbeda dengan yang dialami Fitri yang masih familynya,"3 hari sebelum kejadian aku mimpi dikampung kami mengalami banjir yang besar, padahal tempat kami ini merupakan dataran tinggi, mungkin firasat mimpi itu keluarga saya ini mau mendapat musibah,"paparnya.
Atas kejadian itu Lurah dan warga sekitar mendirikan Posko untuk korban,'Kita dirikan posko untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, karena kita takut kejadian itu akan penimpa rumah warga yang lain, jadi kita akan terus memantaunya,'papar Tukino. ***