Kamis, 28 Januari 2010 - 13:38 WIB - admin
>>kodir pohan, tapsel
Anggota DPRD Sumatera Utara juga bakal calon bupati Tapanuli Selatan, H.Syahrul Martua Pasaribu, menyerahkan bantuan beras sebanyak 1,25 ton bagi 21 kepala keluarga yang menjadi korban banjir bandang di Desa Aek Pahu, Kecamatan Batang Toru, di Balai Karyawan PTPN III Distrik Tapsel kebun Batang Toru, kemarin.
Penyerahannya disaksikan Kepala Distrik Manager PTPN III Tapanuli Selatan, Rafael Sibagariang, Manager PTPN III kebun Batang Toru, Edi Giri, para asisten, mandor, SPBUN, anggota DPRDSU Mulkan Ritonga, anggota DPRD Tapsel Paruhum Siregar, Suyatmo Siregar, dan Dalkot Batubara.
Para korban yang merupakan karyawan PTPN III Distrik Tapsel itu, mengucapkan terimakasih serta merasa terharu menyambut bantuan kepedulian Syahrul M Pasaribu.
Syahrul, yang juga anggota Komisi B DPRDSU membidangi perkebunan dalam sambutannya mengatakan, bantuan tersebut sebagai wujud kepedulian dirinya untuk membantu sesama. "Bantuan ini sebagai bentuk sosial membantu sesama umat, apalagi kejadiannya di kampung halaman sendiri," ujar Syahrul seraya mengatakan karyawan perkebunan sudah tidak asing baginya.
Sebagai orang yang dekat dengan perkebunan, dia (Syahrul) merasa terpanggil untuk membantu saudara yang ditimpa musibah. "Kegiatan ini bukan dalam arti karena pencalonan saya maju di Pilkada Tapsel Mei mendatang, tetapi ini murni atas keterpangilan dari hati nurani saya sendiri," imbuhnya.
Sementara, Edi Giri selaku manager PTPN III kebun Batang Toru, mewakili seluruh korban mengucapkan terimakasih atas kepedulian Syahrul. Diakuinya bahwa Syahrul bukan orang asing lagi bagi perkebunan di Sumatera Utara, karena sudah periode ketiga kalinya menjadi aggota DPRDSU dan tetap di komisi yang membidangi perkebunan, apalagi keduanya mengaku teman dekat.
Musibah yang melanda karyawannya beberapa minggu lalu diceritakan Edi Giri dalam kesempatan pertemuan dengan balon bupati Syahrul.
"Musibah banjir bandang yang terjadi tiba-tiba dan begitu cepat. Diawali dengan meluapnya air sungai Aek Pahu dan kemudian menyeret potongan kayu dan lumpur hingga membentur serta menyeret rumah karyawan.. 3 rumah hanyut dan 18 rusak parah dalam peristiwa medio Januari tersebut," kenang Edi Giri.
Meski tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun telah mengalami kerugian berkisar Rp 261 juta. "Seluruh kerugian karyawan akan diganti PTPN III, termasuk pembangunan rumah baru untuk hunian korban banjir bandang akan dibangun," sebut Edi Giri. ***