Diduga Beli Tiket Palsu, Warga Temanggung Gagal Berangkat

>>medan, imbc
     Rencana kepulangan Lindung Sitanggang (33) warga Gandu Kulon RT 001/002 Gondang Winangun Kecamatan Ngadirejo Temanggung tujuan Medan-Semarang terpaksa tertunda. Pasalnya, pembelian tiket pesawat Batavia 7P598 yang berangkat, Kamis (4/2) pukul 13.30 WIB diduga palsu.
     Menurut keterangan Kepala Pos Polisi Bandara Polonia, Aiptu S Sihombing kepada wartawan, Kamis (4/2) mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari petugas maskapai Batavia bahwa salah seorang penumpang tujuan Semarang membayar tiket dengan uang palsu.
     "Harga tiket tersebut senilai Rp1.000.400 itu, namun sebanyak lima lembar pecahan Rp 100 ribu dengan nomor seri RBL 357606 diduga palsu. Guna menindak lanjuti laporan pihak maskapai, penumpang tersebut dihubungi guna dapat diamankan," sebutnya.
    Dikatakan Aiptu S Sihombing, peristiwa tersebut diketahui petugas counter sekitar satu jam setelah tiket diperoleh Lindung Sitanggang. Merasa masih ada waktu, Lindung Sitanggang kembali kekediaman orang tuanya di Jalan Jamin Ginting Pasar VI Gang Melati.
     "Lindung Sitanggang membeli tiket sekitar pukul 08.30 WIB di counter tiket Batavia. Ketika itu Lindung dilayani petugas counter yang diketahui masih paktek kerja lapangan (PKL). Namun sekitar pukul 10.30 WIB Lindung Sitanggang kembali datang ke bandara setelah mendapat telepon petugas counter," ujar Aiptu S Sihombing.
    Merasa tidak berbuat salah, Lindung Sitanggang kembali datang ke counter tersebut, namun petugas kepolisian bandara langsung mengamankannya berikut barang bukti lima lembar uang pecahan Rp 100 ribu. Guna tindakan lebih lanjut, tambah Aiptu S Sihombing, Lindung Sitanggang diboyong ke Mapolsek Medan Baru sekaligus staf maskapai Batavia, Eko Nalda (29) membuat laporan pengaduan.
Keterangan Lindung Sitanggang dihadapan petugas penyidik mengaku memperoleh uang tersebut dari orang tuanya. "Uang tersebut diambil orang tua saya (M Sitanggang, red) dari salah satu bank di kawasan Jalan Kapten Muslim Medan. Uang buat ongkos pembelian tiket pesawat tersebut diperoleh saat akan beranjak ke bandara," ujarnya.
     Kapolsek Medan Baru AKP Adenan AS mengatakan, dari hasil pemeriksaan penyidik, Lindung Sitanggang masih sebagai saksi terlapor dalam penemuan uang palsu untuk pembayaran tiket pesawat. Selain Lindung Sitanggang, siswa PKL yang menjaga counter tiket dan Eko Nalda diperiksa sebagai saksi.
"Kuat dugaan, uang tersebut belum dipastikan milik Lindung Sitanggang. Pasalnya, waktu penyeraan uang tersebut berjarak sudah sangat jauh. Sehingga kuat kemungkinan uang pembelian tiket dari orang lain ikut terhitung," paparnya. ***