Panas Berkepanjangan

Hutan di Riau dan Aceh Munculkan Titik Api

>> erol, medan
           Akibat musim kemarau berkepanjangan selama dua pekan terakhir, menimbulkan titik-titik api di dua kawasan hutan di Riau dan Aceh. Kondisi ini dikhawatirkan akan menambah jumlah titik-titik api lainnya, bila tidak ada hujan atau usaha pemda setempat untuk mengatasinya.
Hal itu dikemukakan Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Polonia Medan, Firman Amg. S.Com menjawab wartawan melalui telepon selular, Selasa (9/2) terkait suhu panas di Medan kota-kota lainnya.
Firman menyebutkan, titik-titik api yang terjadi di kawasan hutan di dua daerah tersebut merupakan imbas dari suhu udara yang selama Februari 2010 mencapai 34-35 derajat selcius.
"Dua pekan terakhir ini tidak ada udara renggang. Sehingga terjadi panas dan tekanan udara rendah. Bila kondisi panas tersebut berkepanjangan, dikhawatirkan kawasan hutan di Sumut lainnya juga akan menimbulkan titik-titik api serupa," ujar Firman.
Menurut Firman, cuaca panas yang terjadi di siang hari juga akan terjadi pada malam hari. Artinya, kondisi panasnya tida separah pada siang yang terik matahari, tapi, masyarakat akan susah tidur dengan dampak udara panas tersebut.
Disinggung, potensi hujan pada bulan Februari 2010, Firman mengaku bahwa potensi hujan akan bersifat temporer. Artinya, hujan tersebut hanya turun di daerah-daerah tertentu dengan tidak merata. "Pada bulan Februari cuaca panas di Medan , Sumut umumnya akan terjadi 70 persen dibanding peluang hujan. Untuk itu, diharapkan warga lebih banyak mengkonsumsi air dan buah," pinta Firman. ***