DPP Demokrat Harus Jelaskan ”Kepentingan Lebih Besar” Kepada Kader

>> maykal, Medan
          Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Drs Ahmad Ikhyar Hasibuan mengatakan, kebijakan Partai Demokrat mengorbankan kadernya dalam Pemilukada kota Medan perlu dijelaskan secara terbuka.
"DPP harus menjelaskan apa kepentingan lebih besar yang akan diraih Partai Demokrat di Pemilukada kota Medan, sehingga nekad mengorbankan kadernya sendiri", katanya di Medan, Senin (15/2).
Penjelasan rinci dan masuk akan tersebut, kata Ikhyar Hasibuan, perlu segera dilakukan. Karena Pelaksana Tugas Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Drs Ir H Sutan Bhatoegana MM menyebutkan adanya kepentingan lebih besar hingga Partai Demokrat tidak mencalonkan kadernya di Pemilukada Kota Medan.
Usai mendaftar pasangan calon di KPU Medan, Sutan Bhatoegana mengutarakan keputusan DPP Partai Demokrat memutuskan mengusung pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin dan menonaktifkan Denny demi kepentingan lebih besar.
"Alasangan penonaktifan ini dalam rangka untuk menyelamatkan kebijakan partai yang lebih besar lagi," ujar Sutan Batugana sembari mengutarakan sejak dilakukan penjaringan partai nama Rahudman Harahap selalu pada posisi teratas.
Sutan juga mengutarakan, Partai Demokrat juga pernah mencoba menyandingkan Rahudman dengan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Denni Ilham Panggabean, tetapi Rahudman menolaknya.
Terkait itu, kata Ikhyar Hasibuan, kepentingan lebih besar yang dimaksudkan Bhatoegana harus dijelaskan kepada kader partai dilapis bawah. Jika tidak dapat dijelaskan secara logis, sikap mengorbankan kader partai demi tokoh yang sama sekali tidak pernah berbuat untuk partai, akan menimbulkan pro kontra.
Akan muncul anggapan kebesaran partai tak punya makna apa-apa, sebab DPP Partai Demokrat lebih mengutamakan figur diluar partai untuk calon Walikota Medan. Padahal partai memiliki kader potensial dan suara yang memungkinkan untuk mengajukan calon sendiri.
"Masa sih untuk Calon Wakil Walikota saja kader Demokrat tidak terakomodir. Hanya demi kepentingan lebih besar, partai nekad mengorbankan kader sendiri", kata Ikhyar Hasibuan.
Menurut dia, Partai Demokrat memiliki posisi tawar sangat tinggi dalam Pemilukada kota Medan, karena memiliki 16 suara di DPRD Medan. Juga sebagai peraih suara terbanyak di Pilleg yang lalu, menempatkannya sangat wajar mengusung calon sendiri walau untuk posisi calon Wakil Walikota.
Rahudman tidak akan dapat menjadi calon Walikota Medan tanpa Partai Demokrat, sebab Partai Golkar yang juga mengusungnya tidak cukup syarat mengajukan calon sendiri. Sedangkan partai demokrat tanpa dukungan partai Golkar pun dapat melenggang mengusung calon sendiri.
Karenanya, penjelasan tentang kepentingan lebih besar yang akan diraih demokrat hingga rela mengorbankan kadernya di Pemilukada kota Medan, harus dijelaskan secara logis dan dapat diterima akal sehat para kader.
Kalaulah alasannya untuk memenangkan Pilpres mendatang, akan sangat mustahil Rahudman memperjuangkan kemenangan Partai Demokrat. Selain bukan kader demokrat, Rahudman juga tentu akan lebih konsensentrasi memenangkan Capres yang disung partainya.
"Rahudman Harahap bukan kader Partai Demokrat dan selama ini tidak pernah berbuat untuk partai. Lalu berharap banyak dari Rahudman pada Pilpres mendatang, tentu menjadi mimpi siang bolong", ujar Ikhyar Hasibuan. ***