NU Tapsel Nilai “SARASI” Memiliki Kelebihan Dibanding Balon Lain

>> kodir, tapsel
          Pengurus Nahdatul Ulama (NU) menilai dari enam pasangan bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Tapsel 2010, dan kini sedang mengikuti seleksi di KPUD, pasangan "SARASI memiliki kelebihan dan di pandang lebih baik."
Hal itu terungkap saat acara silaturrahmi puluhan warga NU (Nahdatul Ulama) Kabupaten Tapanuli Selatan dengan keluarga besar Yayasan Haji Hasan Pinayungan Pasaribu (YHHPP), di Jalan Letjen Haryono Nomor 6, Kampung Marancar, Kota Padangsidimpuan, Minggu (21/02) sore kemarin.
Drs Agus Salim Lubis, MAg, wakil Ketua PC NU Tapsel dalam pertemuan yang dihadiri ketua Pembina YHHPP Prof DR Bomer Pasaribu, mantan Menteri Tenaga Kerja (era Presiden Soeharto), pasangan balon KDh (dan wakilnya) H.Syahrul M Pasaribu- H Ir Aldinz Rapolo Siregar disingkat SARASI mengatakan, dari keinginan NU sendiri, Tapsel harus dipimpin tokoh-tokoh terbaik.
Tokoh dimaksud NU memiliki program pembangunan daerah, dan masyarakat yang jelas. "Pembangunan Tapsel bias maju pabila pemimpinnya mau memajukan, dan perhatian atas masyarakatnya," katanya.
Lebih jauh kriteria bersifat umum yang pas pimpin Tapsel lima tahun kedepan menurut NU, pertama mau dan mudah berkomunikasi dengan berbagai pihak, tidak emosional dan sombong, bersedia menerima saran atau pendapat (tidak bebal-red).
Kemudian, memiliki banyak relasi, baik di tingkat daerah, provinsi dan pusat. Dengan demikian, pembangunan daerah tidak hanya mengandalkan APBD Kabupaten. Dalam arti mampu meloby dan memanfaatkan APBD Provinsi dan APBN bahkan dana-dana dari luar negeri.
Terpenting lagi tambah NU, memahami dan dapat melaksanakan manajemen birokrasi dan politik secara baik. "Tidak perlu pinter, tapi bijak menjadi pimpinan dan memimpin," ujarnya seraya menyebut criteria itu pantas disebut kepada pasangan SARASI.
"NU lebih jauh lagi berharap kelak SARASI pimpin Tapsel, jangan lupa akan janji-janji seperti yang selama ini." Sementara, Rois Syuri'ah NU Tapsel, H Abdollah Pulungan mengucapkan terima kasih atas tingginya atensi YHHPP terhadap eksistensi MU (Tapsel).
Ketua Pembina YHHPP, Prof DR Bomer Pasaribu mengatakan, bahwa dirinya tidak hanya sebatas kader Partai Golkar (PG). Namun dalam darahnya juga mengalir darah NU. "Tidak hanya kader NU, namun dalam darah saya mengalir darah NU," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Aldinz Rapolo (incumbent) wakil Bupati Tapsel yang di perkenankan Syahrul Pasaribu memberikan sambutan menuturkan dalam memimpin daerah dirinya memakai prinsip 'HUTA'. H yaitu holong mangalap holong, U yakni Urup marsiurupan, T yakni Tungkir marsitungkiran dan A adalah Anju marsianjuan.
Kemudian Tapsel yang dulunya identik dengan ‘tak pernah selesai', Rapolo katakan memimpin Tapsel kedepan harus diubah dalam arti positif, yakni dengan cara T (Teladan), A ( Amanah), P ( Peduli), S (Santun), E (Energik) dan L (Lugas).
Sementara balon bupati Tapsel 2010 Syahrul M Pasaribu lebih banayak mengungkap masa kecilnya ketika bersama orangtuanya di Kampung Marancar di Kota Padangsidimpuan.
"Tahun 1966 sampai 1968, kalau berbicara ormas NU, di Kampung Marancarlah salah satu barometernya." Kenangnya mengingat almarhum orangtua mereka yang berdarah NU.
"Almarhum ayah saya tidak terpisahkan dari NU. Dalam darah saya sampai saat ini tetap mengalir 'golongan darah' NU." Jelas Syahrul.
Sebelumnya, acara yang dipandu Salohot Pasaribu SAg, ini dimulai pembacaan ayat suci Alqur'an Herman Nasution, salawat badar dipimpin al ustadz Pagaran Siregar, tausyiah singkat oleh ustadz Maralaut Siregar.
Selain Rois Syuri'ah NU Tapsel, H Abdollah Pulungan, sejumlah pengurus NU Kecamatan dan warga NU se-Tapsel serta generasi muda NU seperti Ibrahimsyah, Kobol Nasution dan lainnya tampak hadir. Acara ini diisi sesi tanya jawab sehingga warga NU tahu keinginan dan cita-cita pasangan SARASI ikut di pemilukada Tapsel 12 Mei mendatang. ***