>> maykal, medan
Masyarakat Sumut "Mau marah silahkan, mau sabar silahkan", pemadaman listrik kelihatannya masih akan berlanjut. Walau Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN) berjanji masalah listrik itu selesai Mei 2010.
Demikian wakil ketua DPRDSU, Chaidir Ritonga, Sabtu (27/2) di Jakarta, disela-sela Rakernas I Partai Golkar 2010, terkait kunjungannya menemui Dirut PT PLN, Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis, (25/2) bersama pimpinan komisi di DPRD Sumut guna membicarakan persoalan krisis listrik di Sumatera Utara.
"Dalam pertemuan itu, Dirut PLN menjamin bahwa pemadaman listrik bergilir yang berlanjut saat ini di Sumut, akan berakhir Mei 2010," ujarnya
Kalangan DPRDSU yang berkunjung ke Dirut yakni Wakil Ketua DPRDSU juga Koordinator Komisi D DPRDSU, HM Affan SS, Wakil Ketua DPRDSU, Ir H Chaidir Ritonga MM dan Sigit Pramono Asri SE. Serta para ketua komisi, yakni Ketua Komisi D, H Ajib Shah, Ketua Komisi E, Brilian Mohtar SE, Ketua Komisi A, HM Nuh, Ketua Komisi B, L Sinukaban, dan Ketua Komisi C, H Arifin Nainggolan.
Chaidir Ritonga juga mengatakan, bahwa Dirut PT PLN Dahlan Iskan berjanji akan segera mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara. dengan melakukan berbagai upaya penanggulangan krisis. Diantaranya, PT PLN akan melakukan perbaikan di tiga pembangkit listrik utama di Sumatera Utara, Pembangkitan Secanang Belawan, Pembangkitan Labuhan Angin, dan Pembangkitan Asahan I.
Khusus di Secanang Belawan, lanjutnya, Dahlan Iskan telah mengirimkan dan menugaskan tenaga ahli turbin dari Jawa Timur untuk melakukan perbaikan turbin atau mesin yang saat ini kondisinya memprihatinkan. Selain mengirim tenaga ahli turbin senior, PLN juga akan mengganti sejumlah mesin yang rusak di pembangkitan Secanang, Belawan serta mengganti bahan bakar dari solar ke Gas agar kondisi mesin kembali prima. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya listrik di pembangkitan listrik Secanang Belawan yang sebenarnya menggunakan gas.
Sementara untuk pembangkit di Labuhan Angin dan Asahan I, PLN akan melakukan perbaikan sejumlah sukucadang (sparepart) dari mesin-mesin yang tua, guna meningkatkan daya listrik di pembangkit tersebut. Bahkan Dirut PLN juga menegaskan akan menggunakan bahan bakar di pemangkit tersebut, menggunakan bahan bakar Batubara yang terbaik.
Selain itu, kata Chaidir, Dirut PLN juga berjanji akan mengalihkan atau mendatangkan tenaga listrik terapung yang pernah digunakan di Aceh ke Sumatera Utara. "Tenaga listrik terapung itu nantinya dioperasikan di Belawan, bekerjasama melalui MOu dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai memasok bahan bakar," sebut Chaidir.
Sementara itu, Ajibshah yang dihubungi lewat telpon mengatakan bahwa pembangkit listrik di Sarullah, Dirut PLN berjanji untuk mengupayakan agar pihak swasta dapat bekerjasama memasuk pasokan listrik ke Sumut. Bila pihak swasta tidak mau memasok tenaga listrik ke Sumut, maka PT PLN n melakukan pemasokanny sendiri.
"Intinya Dirut PT PLN sangat berkeinginan melakukan perbaikan krisis listrik yang terjadi di Sumatera Utara saat ini. Bahkan Dirut PT PLN juga berjanji akan segera membangun pembangkit listrik baru di wilayah Sumut,"kata Ajib Shah.
Pada pertemuan itu, Dirut PT PLN kembali menegaskan, jika masih terjadi pemadaman listrik di Sumatera Utara, maka pihaknya siap menerima kerugian bersama dengan rakyat, bahwa di komplek perumahan PLN juga ikut dipadamkan, bahkan berjanji untuk menegakkan amanah undang-undang perlistrikan.
"Dirut berkomitmen, jika listrik padam lagi di Sumut, maka dirinya siap memerintahkan manajemen PLN di Sumut, untuk lebih dahulu memadamkan listrik di perumahan-perumahan petugas PLN di Sumut maupun di Indonesia. Hal ini dilakukan agar para petugas PLN tersebut, mengetahui betapa sakitnya jika listrik padam," ujar Chaidir. ***