>>bolon, medan
PT Inalum diindikasikan mark up bagi hasil ke pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Hal itu terlihat dari, kelebihan pasokan listrik sekira 230 Mega Watt (MW) di perusahaan Jepang yang bekerjasama dengan Pemerintah RI tersebut.
Pernyataan tersebut diungkap Anggota Komisi D DPRD Sumut Tunggul Siagian kepeda sejumlah wartawan, Senin (1/3), di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan.
Menurut Tunggul, dalam kondisi baik, PT Inalum mampu memperoduksi hasil listrik sekira 630 MW.
Maka dari itu, kata Tunggul, PT Inalum memiliki kelebihan pasokan energi listrik hingga 230 MW. "Bila semua kondisi mesin pembangkit di PT Inalum dalam kondisi baik, perusahaan itu mampu menghasilkan daya 630 MW," sebutnya.
Dugaan Mark Up
Menurut Tunggul Siagian, dirinya menerima informasi kalau PT Inalum diduga membuat laporan, kalau hasil energi listrik di perusahaan itu, hanya sekira 400 MW.
Bila itu benar ucapnya, patut dicurigai bahwa telah terjadi mark up produksi yang dihasilkan perusahaan tersebut. "Hasil produksi pemakaian energi listrik sekira 630 MW, tentu akan berbeda dengan pemakaian yang hanya sekira 400 MW," tegasnya.
Karena itu sambungnya, diduga telah terjadi ‘penipuan' bagi hasil yang diterima Pemerintah RI dan Pemprovsu.
"Kita memiliki saham mencapai 42 persen di PT Inalum. Jika Produksi yang dilaporkan, lebih kecil dari yang sebenarnya, maka tentu hasil yang diterima juga kecil," paparnya.
Untuk itu sebut Tunggul, dewan akan segera menyelidiki adanya informasi penyelewengan bagi hasil yang dilakukan PT Inalum.
Tanggungjawab Sosial
Kondisi pemadaman listrik yang kian buruk di Sumut, membuat Tunggul Siagian prihatin. Menurutnya, sebagai perusahaan yang memiliki kelebihan daya listrik, PT Inalum sewajarnya, memberikan pasokan, agar pemadaman listrik bergilir dapat teratasi.
"Sudah selayaknya, PT Inalum memberikan tanggungjawab sosial kepada rakyat Sumatera Utara, dalam bentuk sumbangan energi listrik. Karena kondisinya saat ini, sudah di titik nadir," katanya.
Lalu, kata Tunggul, pemberian pasokan energi listrik dari PT Inalum ke pihak PLN dalam kondisi plat atau stabil. "Kalau PT Inalum mampu memberikan pasokan energi listrik misalnya , 100 MW dalam bentuk plat, makan PT PLN bisa mengantisipasi pemadaman bergilir yang terjadi," himbaunya. ***