Warga Perumahan Kodam Lubuk Pakam Hentikan Paksa Galian Parit

>> mad, lubuk pakam
         Puluhan warga berdomisili di perumahan Yudha Putra (Kodam) di Jalan Antara, Gang Seroja, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang bersama Kepala Desa Bakaran Batu Ardiono, menghentikan paksa beroperasinya alat berat (Beko) mengorek parit di bibir sungai Kuala Namu, Minggu (7/3).
Keberatan puluhan warga komplek perumahan Kodam atas adanya satu alat berat melakukan pengorekan parit tepat di bibir sungai Kuala Namu dengan lebar 3 meter dan dalam 2,5 meter merupakan jalur hijau, selain itu beberadaan parit akan membuat ganggul sungai jebol, karena keberadaan parit hanya berjarak 5 meter dari bibir sungai.
Menurut mereka, pengorekan parit dibibir sungai sangat membuat warga resah, pasalnya sebagian tanggul sungai sudah hancur, sehingga setiap musim hujan pemukiman mereka selalu kebanjiran.
"Kami sangat keberatan dengan adanya pengorekan parit ini, karena tanah dari pengorekan parit akan digunakan untuk menimbun sungai mati yang diklim milik Jonni Siahaan warga Lubuk Pakam,padahal apabila sungai mati ditimbun setiap musim hujan pemukiman kamis elalu kebanjiran"ujar warga.
Kepada Kades warga berharap, agar pihak desa menghentikan pengorekan parit dibibir sungai, karena tanah dari korekan patir bukan digunakan untuk menimbun tanggul sungai, namun akan digunakan untuk menimbun sungai mati yang setiap musim hujan menampung air dari kota Lubuk Pakam.
Kades Bakaran Baru Ardianto mengakui bahwa dirinya mengetahui adanya pengorekan parit,"menurut Jonni Siahaan tanah itu akan ditimbun dan di kapling, namun saya tidak tau parit dibuat dekat bibir sungai dan tanah tanggul sungai juga dikikis,"ujarnya.
Pada warga, Ardianto berjanji akan menghentikan beroperasinya alat berat tersebut sebelum adanya surat izin resmi dari beberapa instansi terkait. Selain itu ardianto mengucapkan terima kasih kepada warga komplek Kodam tidak melakukan perbuatan anarkis dalam aksi tersebut.
Camat Lubuk Pakam Drs Sariguna Tanjung dihubungi melalui telepon selulernya mengakui dirinya sudah memanggil Jonni Siahaan untuk membuat parit penampungan dengan lebar 6 meter dan dalam 3 meter,"Saya sudah memanggil Jonni agar dia membuat parit dengan lebar 6 meter untuk mengganti sungai mati yang ditutup,"ujar Camat.
Walau Camat intruksikan agar parit dibuat dengan lebar 6 meter, namun Jonni hanya membuat parit dengan lebar 3 meter, selain itu munculnya kemarahan warga, karena keberadaan parit dibuat tepat dibibir sungai, selain itu tanah korekan parit diambil bukan ditimbunkan ke tanggul. ***