Tentukan Sikap NU Sumut Tetap Solid

>>mad, makassar
    Dalam menentukan sikap dukungan pada kandidat Ketua Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah pada muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 32 di Makassar, Sulsel, Pimpinan Wilayah (PW) NU Sumatera Utara (Sumut) masih tetap solid.
   Hal itu ditandai dengan digelarnya rapat melalui musyawarah dipimpin langsung oleh Ketua PW H Ashari Tambunan dengan PW NU Sumut dan 29 PC NU se-kabupaten/kota di Sumut yang ikut sebagai peserta pada muktamar, Kamis (25/3).
    "Musyawarah ini dilaksanakan adalah untuk menampung aspirasi para pengurus PC dan PW, tujuan dari musyawarah ini guna mencari solusi dan mendengar pendapat seluruh PC, karena dalam menentukan keputusan kita harus melakukan musyawarah agar keputusan tidak sepihak," ujar Ketua PW NU Sumut H Ashari tambunan didampingi Wakil Ketua Abdullah pada imbc.
   Dikatakannya, sampai saat ini ada beberapa kandidat akan maju sebagai Ketua Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah, semuanya bagus dan mau membesarkan NU ke depan, namun dari beberapa nama kandidat kita harus menetukan satu pilihan, sehingga untuk mengambil keputusan, bukan hak wilayah saja, namun PC sebagai peserta juga punya hak suara, sehingga kita lakukan masyrawarah agar suara penyatukan dan keputusan disetujui bersama.
    Zuhri selaku Sekretaris PC NU Labuhan Batu Utara menuturkan, keputusan diambil oleh PW dengan melakukan musyawarah sangat terpuji, karena walau PW merupakan pucuk pimpinan, namun masih mau melakukan kordinasi dengan bawahan dalam mengambil suatu keputusan.
"Apa yang dilakukan PW sangat kita dukung, mereka pengambil keputusan tidak mau sepihak, namun melakukan musyawarah dengan PC yang ada, hasil musyarawah itulah akan dipegang pada pemilihan nanti,"ujarnya.
    Peserta dari PW NU Sumut mendapat pasilitas sangat baik, karena pemondokan disediakan panitia dikomplek muktamar,sehingga memudahkan peserta mengikuti semua kegiatan muktamar," kalau dibandingkan peserta lain, NU Sumut lebih baik, karena banyak pemondokan NU Provinsi lain tinggal jauh dari lokasi muktamar," papar Zuhri ***