Jumat, 26 Maret 2010 - 14:58 WIB - admin
>>imbc, medan
Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin menyatakan dukungannya terhadap Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Sumut dalam upaya mencerdaskan para pekerja di bidang transportasi.
Dukungan itu disampaikan Gubsu Syamsul Arifin ketika menerima audiensi pengurus SPTI Sumut di Ruang Dahlia, Lt 10 kantor Pemprov Sumut di Medan, Jumat (26/3).
Gubsu mengimbau, pengurus SPTI Sumut perlu menyiapkan berbagai program yang cerdas dan bermanfaat untuk memajukan pekerja transportasi di Sumut, baik terkait pengetahuan mau pun tingkat kesejahteraan.
Selain itu, Gubsu juga mengimbau agar pengurus SPTI Sumut selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan Dinas Perhubungan Sumut dalam menjalankan program-program yang telah ditetapkan.
Dengan koordinasi yang bersinergi itu, diharapkan permasalahan yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diingikan di bidang transportadi di Sumut dapat diperkecil. "Karena itu, perlu sering dilakukan komunikasi," kata Gubsu.
Dalam audiensi itu, Ketua SPTI Sumut H. Rizaldi Mafi memaparkan, pihaknya ingin memperkenalkan pengurus baru sesuai dengan SK DPP SPTI Nomor 012/DPP.SPTI/SK/III/2010 tertanggal 12 maret 2010 yang ditandatangani Ketua Umum H. Aceng Eno Mulyono.
Rizaldi mengatakan, SPTI Sumut memiliki program utama untuk meningkatkan pengetahuan kalangan pekerja transportasi di daerah itu guna menunjang tugas mereka di lapangan.
Salah satu cara yang akan dilakukan adalah mensosialisasikan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas da Angkutan Barang.
Pihaknya menilai, masih banyak pekerja transportasi di Sumut yang belum memahami secara penuh kedua UU tersebut sehingga menimbulkan peluang melakukan kesalahan dalam menjalankan pekerjaan di bidang transportasi.
"Sebagai mitra pemerintah, kami merasa berkewajiban untuk mensosialisasikan kedua UU itu," kata Rizaldi.
Ia menambahkan, SPTI Sumut akan selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Sumut sehingga program-program untuk mensejahterakan pekerja transportasi dapat direalisasikan.
Selain itu, SPTI Sumut juga akan berkoordinasi dengan petugas kepolisian di daerah itu untuk memberikan petunjuk dan pembinaan terhadap pekerja transportasi.
Saat ini, kata Rizaldi, terdapat sekitar 175 ribu pekerja transportasi di Sumut yang umumnya masih berpendidikan rendah.
Dengan bantuan Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian, SPTI Sumut sangat berharap pekerja transportasi yang kebanyakan berpendidikan rendah itu tidak melanggar ketentua yang berlaku.
"Kami ingin mereka tidak bekerja hanya dengan mengandalkan fisik semata. Jangan sampai ada anggapan, pekerja transportasi itu sering melakukan tindakan melawan hukum," katanya.
Dalam audiensi itu, Rizaldi Mahi didampingi H. rismansyah (Wakil Ketua) H. OK. Azhari (Wakil Ketua), Ir. Zahir, MBA (Wakil Ketua), Hendra Mika (Sekretaris), Taufik Edi (Bendahara), Hamdani (Ketua DPC SPTI Tebing Tinggi dan Nur Hasyim (Ketua DPC SPTI Deli Serdang).
Sedangkan dari jajaran Pemprov Sumut, Gubsu didampingi Naruddin Dalimunthe (Kadis Perhubungan), Eddy Sofian (Kadis Kominfo) dan Hasbullah Lubis (Kabiro Binsos). ***