Minggu, 28 Maret 2010 - 23:02 WIB - admin
>>imbc, medan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dengan enam negara Timur Tengah menandatangani nota kesepahaman (Memorendum of Understanding) bidang perdagangan, pendidikan, pariwisata, investasi, tenaga kerja dan pelaksanaan Ibadah Haji di Hotel Arya Duta Medan.
Duta Besar (Dubes) RI untuk Amman, Zainulbahar Noor usai penandatanganan MoU tersebut menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprovsu dan enam negara Timur Tengah (Timteng) merupakan tindaklanjut acara Indonesia-Middle East Update 2010 di Medan dan program 100 hari kerja Menteri Luar Negeri (Menlu).
"MoU ini juga tindaklanjut hasil rapat kerja pimpinan kementerian luar negeri RI dengan kepala perwakilan RI di luar negeri di Jakarta ,"ujar Zainulbahar Noor pekan lalu.
Disebutkan Zainulbahar, kerjasama di bidang perdagangan seperti ekspor minyak kelapa sawit, pemerintah provinsi Sumatera Utara akan membentuk desk-bisnis dengan pengusaha Timteng. Berikutnya, meningkatkan jumlah ekspor produk-produk Sumut lainnya ke negara-negara Timur Tengah dan peningkatan bidang sosial, budaya, pendidikan, Agama dan lainnya.
Berikutnya kerjasama bidang pariwisata. Kata Zainulbahar, saat ini jumlah turis ke Indonesia asal Timteng masih sangat kecil. Seperti pada 2009 sebanyak 36.000 orang dari Saudi Arabia. Rata-rata antara 2.000-3.000 orang dari Negara Timteng lainnya. Padahal, pendapatan perkapita warga Timteng sangat tinggi. Jumlah itu lebih kecil dari turis asal Italia yang mencapai 40.000 orang.
"Kondisi seperti ini sangat aneh kan. Makanya kita harus masuk ke pasar Timur Tengah. Ini juga sejalan dengan rencana kementerian kebudayaan dan pariwisata, Provinsi Sumut bertekad meningkatkan jumlah turis dari Timur Tengah dengan program mendatangkan turis," paparnya.
Kerjasama di bidang tenaga kerja, lanjut dia, yakni dengan mengirimkan para tenaga kerja terdidik seperti tamatan akademi perawat asal Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumut, sebutnya, akan meningkatkan kualifikasi lulusan akademi perawat untuk memenuhi standar internasional.
Nantinya pihak KBRI yang ada di Timteng akan menghubungkan dengan lembaga yang membutuhkan. Sedangkan bidang pelaksanaan Ibadah Haji, Pemprovsu akan bekerjasama dengan KBRI Jeddah. Hal itu dimaksudkan, untuk menghindari terjadinya kerugian, kesalahan dan penolakan dalam pengiriman jadwal Umrah dari Sumut.
Kepala Dinas Investasi dan Promosi H Salman Ginting mengatakan, kerjasama Pemprovsu dengan negara-negara Timur Tengah akan menguntungkan kedua belah pihak. Dia berharap ke depan, kerjasama tak hanya sebatas bidang perdagangan, investasi, pendidikan, pariwisata dan ibadah haji, tapi meningkat ke bidang lainnya.
"Sebenarnya sejumlah negara timur tengah sudah ada yang berinvestasi ke Sumut, diantaranya Maroko, Arab Saudi. Bahkan diantara mereka sudah ada yang membangun pabrik CPO dan turunannya di kawasan KIM," tukas Salman.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provsu H Eddy Syofian menambahkan, pihak-pihak yang menandatangani MoU tersebut, wakil dari Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, yakni Zainulbahar Noor, Dubes RI untuk Amman, Muzamil Basyuni, Dubes RI untuk Damakus, RA Arief, KBRI Bairut, A.R Dudung, KBRI Riyadh, Joko A Raharjo, KJRI Jeddah dan Dede Achmad Rifai, KJRI Dubai.
Sedangkan dari Pemprovsu, sebut Eddy, yakni Kepala Dinas Investasi dan Promosi, Salman Ginting, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Mohd Hasbi Nasution, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Sudarno, dan Kadis Kominfo, Eddy Syofian. "Penandatanganan MoU itu juga diketahui Gubsu H Syamsul Arifin dan Staff khusus Menteri Luar Negeri RI, Hamdani Djafar," papar Eddy. ***