Senin, 29 Maret 2010 - 15:07 WIB - admin
>>zainul, rantauprapat
Permukiman warga sekitaran Kompleks Pasar Baru Rantauprapat rentan kebanjiran. Itu, selain kurangnya kepedulian warga dan para pedagang membuang sampah pada tempatnya, juga parit drainase di kawasan itu sudah mengalami penyumbatan dan pendangkalan. Selain itu juga, warga mengeluhkkan aroma bau.
"Ya, kami sering mengalami kebanjiran," ujar Muksin, warga yang bermukim di sekitaran komplek Pasar itu, Senin (29/3) di Rantauprapat. Salah satu penyebab kebanjiran di komplek Pasar Baru karena drainase utama yang ada kini sudah mengalami pendangkalan. Padahal, parit yang dibangun sejak 20 tahun lalu itu menjadi saluran utama pembuangan limbah cair dari Pasar dan rumah tangga warga.
Ironisnya, upaya untuk melakukan pengerukan dan pembersihan terkesan minim. Jikapun ada, itu sudah berbilang tahun. "Kalaupun ada sekitar 3 tahun lalu," timpal warga lainnya.
Pantauan di lokasi, penyumbangan terparah terlihat di belakang panglong Bandar Losa. Dimana, pada titik itu, kedalaman parit hanya tinggal sekitar setengah meter. "Padahal kedalaman aslinya lebih dua meter sewaktu pertama kali dibangun," papar warga.
Mereka berharap agar pihak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui dinas terkait dapat melakukan pembersihan dan pengerukan drainase tersebut. Agar, saluran air dapat lancar dan tidak menjadi penyebab terjadinya genangan air.
Ketua pedangan kaki lima (PDKL) Suwardi Saleh juga mengakui hal itu. Kata dia, lokasi terparah yang kerap terjadi kebanjiran jika turun hujan adalah di kawasan padat hunian di jalan Surau Rantauprapat. Diakuinya, penyebab utama karena sudah terjadinya pendangkalan kedalaman drainase. "Ya, kawasan itu dan kawasan Pasar Ikan sering kebanjiran kalau musim hujan," bebernya.
Tambahnya, itu karena para pedangan kerap kurang memperhatikan lingkungan dengan membuang sampah sembarangan. "Tak jarang juga itu karena sampah yang dibuang sembarangan menyumbat saluran drainase," katanya.
Dari itu, selain berharap kepada pihak terkait guna pendalaman saluran yang ada, kepada pihak pedagang juga dia menghimbau agar tidak melakukan pembuangan sampah sembarangan.
Mendapat keluhan warga setempat, Ketua DPRD Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar meninjau lokasi. Dan juga mendapat berbagai masukan dan keluhan warga setempat. Sehingga, Elya Rosa berjanji akan membawa aspirasi warga ke lembaga Legislatif untuk menjadi pembahasan dengan pihak eksekutif dalam upaya normalisasi kembali saluran yang ada.
"Ya, saya akan bawa keluhan warga ini ke gedung dewan. Dan kami akan meminta pihak terkait agar melakukan normalisasi kembali saluran yang ada. Jalan satu-satunya dengan mengeruk dan melakukan pendalaman kembali parit utama tersebut," tandasnya. ***